Menlu Retno akan bertemu Suu Kyi di Myanmar bahas masalah Rohingya

Rappler.com
Menlu Retno akan bertemu Suu Kyi di Myanmar bahas masalah Rohingya

AFP

Puluhan warga Muslim Rohingya tewas dan lebih dari 1.000 rumah terbakar akibat konflik di Rakhine State

JAKARTA, Indonesia — Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi akan memenuhi undangan Menteri Luar Negeri Myanmar Aung San Suu Kyi untuk membahas perkembangan terbaru di kaum Muslim Rohingya di Rakhine State, pada Selasa, 6 Desember.

“Saya akan bertemu dengan Daw Aung San Suu Kyi, State Counselor Myanmar, untuk bahas perkembangan di Rakhine State,” kata Retno di Jakarta sebelum beranjak menuju Naypyidaw, ibu kota negara tersebut, Selasa pagi.

Pertemuan yang akan dilakukan pada Selasa malam ini merupakan rangkaian intensif yang dilakukan pemerintah Indonesia untuk membantu penyelesaian masalah kemanusiaan di Rakhine.

(BACA: HRW: Ribuan rumah Muslim Rohingya terbakar akibat konflik Rakhine)

Lebih dari 1.000 rumah warga Muslim Rohingya di Rakhine terbakar akibat serangan militer Myanmar, pada sejak Oktober-November lalu. 30 ribu orang telah kehilangan rumahnya akibat konflik berkepanjangan ini.

Sedangkan korban jiwa telah mencapai sekitar 70 orang dan lebih dari 400 warga Rohingya ditahan oleh aparat setempat.

Human Rights Watch melaporkan ratusan Rohingya telah mencoba kabur dari perseteruan ini dengan menyeberang ke Bangladesh. Menurut laporan saksi mata dan aktivis, tentara memperkosa, merampok, dan membakar rumah-rumah warga Rohingya. 

Pemerintah Myanmar juga diduga menolak pengamat internasional dan jurnalis asing untuk masuk ke daerah tersebut. 

(BACA: 70 warga Rohingya Myanmar tewas di Rakhine)

“Pertemuan dengan State Counsellor of Myanmar diharapkan akan membawa perbaikan situasi kemanusian dan stabilitas bagi semua komunitas, khususnya komunitas Muslim, di Rakhine State” kata Retno.

Sebelumnya, pada Sabtu, 3 Desember, pekan lalu Retno juga telah melakukan pembicaraan melalui telepon dengan mantan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Koffi Anan, yang sekarang menjabat Ketua Advisory Committee penyelesaian masalah di Rakhine.

Menurut Retno, mesin diplomasi Indonesia tidak pernah berhenti bekerja, mencermati memburuknya situasi keamanan dan jatuhnya korban di Rakhine pasca penyerangan yang dimulai pada Oktober 2016 silam.

(BACA: CEK FAKTA: Siapakah Rohingya dan mengapa mereka termarjinalkan?)

Ia menyatakan bahwa komunikasi intensif terus dilakukan dengan pemerintah Myanmar, baik dengan Naypyidaw maupun melalui Duta Besar Myanmar di Jakarta.

Sementara itu, Dubes RI untuk Myanmar merupakan satu dari tujuh duta besar asing dan satu-satunya duta besar ASEAN yang telah melakukan kunjungan ke Rakhine pada 3-6 November 2016 lalu untuk melihat situasi dan mendapatkan informasi langsung di lapangan. —Rappler.com

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.