Kasus-kasus sadis sepanjang 2016

Rappler.com
Kasus-kasus sadis sepanjang 2016
Dari siswi SMP yang diperkosa beramai-ramai hingga mutilasi dua balita

JAKARTA, Indonesia – Enam orang tewas setelah disekap di sebuah kamar mandi berukuran 1,5 x 1,5 meter di sebuah rumah mewah di perumahan elit di Jalan Pulomas Utara, Jakarta Timur, Selasa 27 Desember 2016.

Keenam korban tewas tersebut yakni pemilik rumah Dodi Triono (59 tahun), Diona Arika (16 tahun), DG (9 tahun), Tasrok (40 tahun), A (teman anak korban), dan Yanto. Sementara lima orang lain yang ikut disekap selamat.

Polisi belum mengambil kesimpulan apa yang menyebabkan keenam orang ini tewas. Namun diduga mereka tewas karena kehabisan oksigen, meski di beberapa tubuh korban ditemui sejumlah luka.

Kapolda Metro Jaya, M. Iriawan mengatakan, berdasarkan keterangan para saksi, penyekapan dilakukan oleh 3 hingga 4 orang. Mereka datang pada Senin sore, sekitar pukul 15.00 wib.

Para pelaku sempat menyergap pembantu rumah tangga sebelum menyekap para penghuni rumah di kamar mandi. Mereka disekap hingga Selasa pagi, sekitar pukul 08.00 wib. 

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Argo Yuwono menduga kasus ini bukan perampokan murni. Sebab tak ada barang yang hilang dari rumah korban. “Kami masih melakukan olah TKP, jadi kesimpulan sementara ada penyekapan di kamar mandi yang menyebabkan orang meninggal,” kata Argo lagi.

Kasus pembunuhan dengan penyekapan ini terbilang sadis. Sebab 11 orang disekap di kamar mandi tanpa ventilasi selama berjam-jam akan membuat mereka kehabisan oksigen.

Namun ini bukan satu-satunya kasus sadis yang terjadi sepanjang 2016 ini. Ada kasus-kasus lain yang juga membuat kita merinding saat membacanya. Berikut beberapa kasus sadis yang terjadi sepanjang 2016: 

Pemerkosaan massal

Seorang siswa SMP Negeri 5 Padang Ulak Tanding berinisial Y, 14 tahun, menjadi korban pemerkosaan sekaligus pembunuhan oleh 14 remaja pada 2 April 2016.

Saat itu Y sedang pulang dari sekolahnya. Ia berjalan melewati kebun karet milik warga kemudian berpapasan dengan 14 pelaku. Mereka langsung menyergap Y, mengikatnya dengan tambang, kemudian melemparnya ke jurang sedalam 5 meter.

Mereka juga menutupi tubuh Y yang telanjang dengan dedaunan. Hasil visum menyebutkan Y sudah meninggal saat pemerkosaan berlangsung.

Mutilasi ibu hamil

Seorang kasir di rumah makan Padang, Nur Astiyah (34), menjadi korban pembunuhan pada 10 April 2016. Pelakunya adalah kekasihnya sendiri, yakni Kusmayadi alias Agus (31 tahun).

Agus dan Nuri bertemu pada Juli 2015. Sejak itu mereka saling berhubungan. Bahkan mereka tinggal serumah hingga Nuri akhirnya berbadan dua.

Nuri kemudian menuntut agar Agus segera menikahinya. Namun Agus selalu menolak hingga akhirnya terjadi peristiwa pembunuhan.

Selain membunuh, Agus juga memutilasi tubuh Nuri dan memasukkannya ke dalam kantong plastik. Saat itu, Nuri tengah hamil 7 bulan.

Enno Farihah

Seorang wanita pekerja pabrik, Enno Parihah, ditemukan tewas secara mengenaskan di mess pabrik PT Polyta Global Mandiri, Kampung Jatimuliya, Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat 13 Mei 2016.

Enno meninggal setelah dianiaya oleh tiga pelaku, yakni RAL atau RAH alias A, RAR alias Arif, dan IH alias Imam. Ketiganya diduga kesal kepada Enno karena cintanya ditolak.

Hasil visum, tim medis menemukan luka yang dialami Enno, yakni patah tulang pipi kanan, rahang kanan, serta luka terbuka yang menembus lapisan penutup rongga panggul.

Tak hanya memperkosa korban, para pelaku juga memasukkan gagang pacul ke dalam kemaluan korban.

Mutilasi dua anak kandung

Brigadir Petrus Bakus, anggota Sat Intelkam Polres Melawi, Kalimantan Barat, membunuh dua anak kandungnya pada Jumat dinihari, 26 Februari 2016.

Saat itu, lewat tengah malam, Petrus mendatangi kedua anaknya, yakni F (5 tahun) serta A (3 tahun), sambil membawa parang. Ia kemudian menghabisi kedua bocah malang tersebut.

Tak hanya itu, Petrus juga memutilasi tubuh kedua anaknya. Kepada penyidik, ia mengaku mendengar bisikan yang memerintahkan agar ia membunuh kedua anak kandungnya. —Rappler.com

 

 

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.