5 hal tentang Sri Hartini, Bupati Klaten yang ditangkap KPK

Rappler.com
5 hal tentang Sri Hartini, Bupati Klaten yang ditangkap KPK
Sri Hartini diduga menerima uang terkait promosi jabatan para PNS

JAKARTA, Indonesia — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Jumat, 30 Desember. Dalam OTT kali ini, yang tertangkap adalah Bupati Klaten Sri Hartini.

Ia ditangkap karena diduga menerima uang terkait promosi jabatan para Pegawai Negeri Sipil (PNS). Namun KPK hingga berita ini diturunkan, KPK belum memberikan keterangan resmi perihal kasus yang melibatkan Sri.

Siapa sosok Sri Hartini? Berikut 5 hal tentangnya.

Mantan Wabup Klaten

Sebelum dilantik sebagai Bupati Klaten pada Februari 2016 lalu, Sri merupakan wakil bupati di daerah yang sama. Ia berpasangan dengan Sunarna yang menang pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) pada 2010 lalu.  

Istri mantan Bupati Klaten

Sebelum menjadi bupati dan wakil bupati, dunia politik bukanlah hal yang asing bagi perempuan kelahiran Sukoharjo, 16 November 1961, ini. Ia merupakan istri dari mantan Bupati Klaten periode 2000-2005, Haryanto Wibowo.

Haryanto Wibowo adalah politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang ditetapkan sebagai tersangka kasus proyek pengadaan buku paket tahun ajaran 2003/2004 senilai Rp4,7 milar, serta kasus penggunaan dana anggaran pendapatan belanja daerah untuk perjalanan ke luar negeri. Namun kasusnya dihentikan karena beliau meninggal dunia.

Ditangkap bersama anaknya

Saat ditangkap oleh KPK, Sri sedang bersama anak perempuannya, Dina Permata Sari. Dina juga ditangkap karena diduga memiliki peran penting.

Dina memiliki seorang kakak laki-laki bernama Andy Purnomo.

Kader PDIP

Selain dikenal sebagai istri bupati, Sri juga aktif dalam kepengurusan PDIP Klaten dan Jawa Tengah. Ia sempat menjabat sebagai Ketua DPC PDIP Klaten periode 2006-2010 serta Bendahara DPD PDIP Jawa Tengah periode 2010-2015.

Namun begitu namanya disebut ditangkap KPK, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri langsung memerintahkan petinggi partai untuk memecat Sri sebagai kader.

“Terhitung pukul 12:30 WIB siang ini, yang bersangkutan tidak lagi menjadi anggota partai. Sanksi pemecatan seketika adalah bukti keseriusan DPP PDIP dalam menegakkan disiplin partai,” kata Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto, Jumat.

Pemegang rekor MURI

Sri, bersama dengan Wakil Bupati Klaten, pernah mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) saat dilantik pada Februari lalu. Pasangan Sri Hartini-Sri Multani merupakan pasangan perempuan pertama yang terpilih dalam Pilkada di Indonesia.

—Rappler.com

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.