76 pekerja Tiongkok ditangkap di tempat hiburan malam Jakarta

Rappler.com
76 pekerja Tiongkok ditangkap di tempat hiburan malam Jakarta

ANTARA FOTO

Mereka ditangkap saat melakukan kegiatan sebagai terapis pijat, pemandu lagu, serta pekerja seks pada malam tahun baru

JAKARTA, Indonesia — Sebanyak 76 perempuan pekerja asal Tiongkok ditangkap oleh Direktorat Jenderal Imigrasi pada malam pergantian tahun baru 2017 di Jakarta.

“Mereka yang terjaring, diduga telah menyalahgunakan peruntukan visa kunjungan. Motif dan modus penyalahgunaan ini sedang kami dalami,” kata Direktur Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Ditjen Imigrasi, Yurod Saleh, dalam konferensi pers di Jakarta, pada Minggu, 1 Januari.

Menurutnya, 76 warga Republik Rakyat Tiongkok (RRT) yang diamankan tersebut melakukan kegiatan sebagai terapis pijat, pemandu lagu, serta pekerja seks di Jakarta. Tarifnya bervariasi, mulai dari Rp2,8 juta hingga Rp5 juta. 

Mereka diduga melanggar Undang-Undang (UU) Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Dalam operasi tersebut, tim Ditjen Imigrasi juga mengamankan sejumlah barang bukti, berupa 92 buah paspor kewarganegaraan RRT, kwitansi atau bukti pembayaran, uang sebesar Rp15 juta, telepon genggam, tas, pakaian dalam wanita, dan alat kontrasepsi. 

Operasi di tempat hiburan malam di ibu kota ini dilakukan Ditjen Imigrasi setelah mendapat laporan dari masyarakat yang melaporkan tempat-tempat tersebut diduga memfasilitasi kegiatan orang asing.

Ditjen Imigrasi juga akan melakukan investigasi terhadap tempat-tempat tersebut.

Warga negara asing yang terjaring pada operasi pengawasan orang asing ini dibawa ke rumah detensi untuk diproses dan dapat dikenai Tindakan Administratif Keimigrasian. Tindakan tersebut meliputi pembayaran biaya beban atau denda, deportasi dan penangkalan, maupun sanksi pidana dengan ancaman pidana penjara maksimal 5 tahun. —Antara/Rappler.com

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.