Mengapa ISIS menyerang klub malam Reina di Turki?

Rappler.com
Mengapa ISIS menyerang klub malam Reina di Turki?
Pelaku menghabiskan 4 magazen peluru untuk menembak pengunjung klub Reina, Istanbul pada Minggu dini hari, 1 Januari

JAKARTA, Indonesia – Kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) pada Senin, 2 Januari mengklaim bertanggung jawab atas insiden penembakan di klub malam Reina di Istanbul, Turki dua hari lalu. Pelaku yang diduga terdiri dari dua orang melepaskan tembakan secara membabi buta dan menewaskan 39 orang.

Dalam sebuah pernyataan yang beredar di media sosial, kelompok jihadis itu mengatakan pelaku penembakan di klub malam Reina merupakan “pasukan khalifah” mereka. Kelompok pimpinan Abu Bakr al-Baghdadi itu menuding Turki, yang mayoritas penduduknya Muslim sebagai pelayan Kristiani. Publik menduga maksud pernyataan ISIS dikaitkan dengan keikutsertaan Turki dalam aliansi bersama Amerika Serikat untuk menghancurkan ISIS di Irak dan Suriah.

Ini menjadi kali pertama ISIS mengeluarkan klaim yang jelas dan tak bertentangan untuk sebuah serangan teror yang terjadi di dalam Turki. Walaupun ISIS sebenarnya sudah dianggap bertanggung jawab terhadap beberapa serangan teror besar di Istanbul dan kota lainnya selama satu tahun terakhir.

Mereka pun membenarkan jika serangan ke dalam klub malam Reina sebagai bentuk balasan karena militer Turki ikut campur dalam peperangan di Suriah. Militer Turki dan koalisi yang dipimpin oleh Amerika Serikat terus membombardir beberapa kota di Suriah untuk menghabisi kelompok ISIS.

Dalam beberapa pekan terakhir, militer Turki telah menghadapi perlawanan yang sengit di sekitar Kota Al-Bab. Militer mengatakan jet tempur Turki sudah meluncurkan serangan udara baru di sekitar kota Al-Bab untuk melemahkan ISIS.

Kronologi kejadian

Peristiwa penembakan terjadi 75 menit usai warga Turki memasuki tahun baru 2017 pada Minggu dini hari, 1 Januari.
Berdasarkan keterangan polisi Turki, pelaku tiba di klub malam Reina dengan menggunakan taksi.

Pelaku kemudian terlihat menenteng sebuah senjata dan dilaporkan jenis kalashnikov. Mereka langsung menembak mati seorang petugas polisi dan warga sipil di pintu masuk klub.

Harian Turki, Hurriyet melaporkan pelaku melepaskan 4 magazen peluru yang berisi total 120 peluru untuk menghabisi para pengunjung klub. Sebagian dari mereka memilih bersembunyi di balik meja bar. Bahkan, ada yang langsung terjun ke Selat Bosporus, karena klub itu terletak di pinggir laut.

Pelaku kemudian berganti pakaian dan meninggalkan klub malam. Polisi gagal menangkap mereka. Menteri Dalam Negeri Turki, Suleyman Soylu pada Minggu kemarin mengatakan upaya intensif telah dilakukan untuk memburu pelaku penembakan.

Pada Minggu malam, polisi segera bergegas menuju ke distrik Kurucesme, Istanbul usai memperoleh informasi mengenai dugaan keberadaan pelaku. Tetapi, operasi itu berakhir nihil.

“Bahaya masih terus berlanjut, sebab selama teroris ini tidak ditangkap, maka kita tidak akan tahu kapan dan di mana pembunuhan lain dapat terjadi,” ujar kolumnis Hurriyet, Abdulkadir Selvi.

Kantor berita Dogan mengatakan sejauh ini polisi anti-teror sudah berhasil menangkap 8 tersangka. Tetapi, tidak ada indikasi hubungan mereka secara langsung kepada pelaku penembakan.

Hurriyet mengatakan penyidik yakin pelaku penembakan kemungkinan berasal dari Asia Tengah seperti Kirgistan atau Uzbekistan. Pelaku mungkin terkait dengan selm yang sama yang telah melakukan tiga pemboman dan serangan di Bandara Ataturk pada bulan Juni lalu. Dalam catatan Hurriyet, tragedi itu menewaskan 47 orang.

Ada pula yang menulis bahwa Turki sebenarnya telah diperingatkan dengan data intelijen dari AS pada tanggal 30 Desember soal adanya risiko teror yang dilakukan oleh ISIS di Istanbul dan Ankara ketika malam pergantian tahun.

27 warga asing ikut tewas

Stasiun televisi NTS mengatakan dari 39 korban tewas, sebanyaknya 27 orang di antaranya merupakan warga asing. Jasad mereka diserahkan kepada keluarga pada Senin kemarin usai berhasil diidentifikasi. Ke-27 warga asing itu di antaranya satu warga Turki yang juga memiliki warga negara Belgia, 3 warga Lebanon, 2 warga Yordania, 3 warga Irak, masing-masing 1 warga Jerman, Kanada, Rusia dan remaja Arab Israel.

Media Turki juga menyebut laporan adanya 7 warga Saudi yang ikut tewas dalam insiden penembakan itu. Tetapi, Pemerintah Saudi belum mengkonfirmasi hal tersebut. Selain itu, juga tedapat 12 warga Turki yang ikut tewas.

Serangan penembakan ini kembali membangkitkan memori peristiwa serupa di Paris pada bulan November 2015. Saat itu, jihadis ISIS melepaskan tembakan dan bom di beberapa titik di ibukota Paris. Akibatnya 130 orang termasuk 90 penonton konser di Bataclan tewas.

Para pemimpin dunia, termasuk Pemerintah Indonesia ikut mengecam penembakan di klub malam Reina. Presiden Rusia, Vladimir Putin mengatakan sulit membayangkan sebuah tindak kejahatan yang lebih sinis dari pembunuhan warga sipil saat tengah merayakan momen pergantian tahun. – Stuart Williams, AFP/Rappler.com

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.