Polres Jaktim: Pra-rekonstruksi kasus pembunuhan di Pulomas ditunda hari Jumat

Rappler.com
Polres Jaktim: Pra-rekonstruksi kasus pembunuhan di Pulomas ditunda hari Jumat
Perampokan yang disertai penyekapan ini menyebabkan 6 orang tewas kehabisan oksigen

JAKARTA, Indonesia (UPDATED) – Kapolres Jakarta Timur, M. Agung Budijono mengatakan rekonstruksi kasus pembunuhan di rumah elit di Pulomas ditunda hingga hari Jumat, 6 Januari pukul 09:00. Tidak diketahui alasan penundaan tersebut. 

Semula, rekonstruksi direncanakan pada pagi ini pukul 10:00 WIB di rumah arsitek Dodi Triono yang menjadi TKP perampokan dan pembunuhan yang terjadi pada tanggal 26 Desember lalu. 

Empat pelaku berhasil ditangkap beberapa hari kemudian, satu di antaranya yakni Ramlan Butarbutar, tewas saat penyergapan. Tiga pelaku lainnya yaitu Erwin Situmorang, Ridwan Sitorus, dan Alfin Sinaga masih diperiksa.

Sementara korban tewas yakni pemilik rumah Dodi Triono (59 tahun), Diona Arika (16 tahun), DG (9 tahun), Tasrok (40 tahun), Amel (teman anak korban), dan Yanto (supir).

Mereka tewas selah disekap sejak Senin sore hingga Selasa pagi bersama lima orang lain di dalam toilet berukuran 1,5 x 1,5 meter tanpa ventilasi. Hasil autopsi menyebutkan mereka tewas kehabisan oksigen.

Polisi masih menduga kasus ini murni perampokan biasa. Pelaku yang berjumlah 4 orang tidak menyangka aksi mereka menyekap 11 penghuni rumah di kamar mandi tanpa ventilasi bisa berdampak fatal. 

Rekonstruksi digelar untuk melihat rangkaian atau kronologi kejadian, dari mulai datangnya pelaku ke rumah korban hingga penyekapan yang berakhir pada tewasnya 6 orang.

“Sehingga kita bisa melihat secara utuh rangkaian kejadiannya berdasarkan keterangan saksi-saksi, korban dan para pelaku,” kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur AKBP Sapta Maulana kepada media, Selasa 3 Januari 2017. 

Tiga tersangka akan dihadirkan dalam rekonstruksi ini. Sementara tersangka yang sudah tewas, yakni Ramlan Butarbutar, akan digantikan oleh anggota polisi. “Korban-korban juga akan digantikan oleh anggota,” kata Sapta Maulana. —Rappler.com

 

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.