Menpar: Raja Saudi bisa jadi endorser Pulau Bali ke turis Timur Tengah

Rappler.com
Menpar: Raja Saudi bisa jadi endorser Pulau Bali ke turis Timur Tengah

AFP

Raja Salman dan keluarga akan mengunjungi Pulau Bali pada tanggal 4-9 Maret.

JAKARTA, Indonesia – Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud bisa jadi endorser keindahan pariwisata Pulau Bali sehingga bisa mendatangkan turis dari Timur Tengah lebih banyak lagi. Setidaknya itu harapan Menteri Pariwisata, Arief Yahya ketika pemimpin negara petro dollar tersebut menjejakan kaki di Indonesia.

Raja Salman akan melakukan kunjungan bersejarah pada tanggal 1-9 Maret mendatang. Pada 1-3 Maret dia akan melakukan kunjungan kenegaraan di Jakarta untuk meningkatkan hubungan bilateral kedua negara. Sedangkan, sisanya digunakan untuk berlibur di Pulau Dewata.

Dikatakan bersejarah, karena ini merupakan kunjungan kedua seorang Raja dari Saudi. Kali terakhir Raja Saudi menjejakan kaki di Indonesia pada tahun 1970 lalu.

Belum lagi dia akan membawa rombongan yang tidak sedikit. Jumlahnya mencapai 1.500 orang yang terdiri dari 25 Menteri dan Pangeran.

Arief mengatakan siap menerima kunjungan Raja Salman. Bahkan, pengamanan yang ketat pun sudah disiapkan. Tetapi, dia tidak mengetahui di mana Raja Salman akan berlibur selama di Pulau Bali.

“Secara umum, kami akan menerima (Raja Saudi) sebagai tamu negara,” kata Arief yang ditemui di Istana Negara pada Rabu, 23 Februari.

Dia mengaku tidak ingin menyia-nyiakan kunjungan Raja Salman ke Pulau Dewata. Kementerian Pariwisata sudah menyiapkan berbagai berita untuk disebar luaskan ke seluruh dunia termasuk ke negara di kawasan Timur Tengah.

“Pasti impactnya akan sangat besar. Ini akan menarik orang-orang Timur Tengah untuk mengunjungi Bali khususnya atau Indonesia secara umum,” kata dia.

Pria yang pernah menjabat sebagai CEO PT Telkom itu mengaku jumlah turis asal Timur Tengah tidak terlalu banyak yang mengunjungi Indonesia. Dari data yang dia miliki jumlahnya 200 ribu per tahun. Itu pun sudah mengalami kenaikan dari sebelumnya yang mencapai 150 ribu.

Anka itu, kata Arief masih sangat jauh jika dibandingkan kunjungan turis Australia ke Bali yang mencapai 1 juta orang setiap tahunnya. Bahkan, kunjungan turis Timur Tengah ke Thailand jauh lebih besar jika dibandingkan ke Indonesia yakni 600 ribu orang.

“Indonesia seharusnya bisa menggaet lebih dari itu. Hanya saja kami dulu tidak terlalu fokus untuk menggarap pasar Timur Tengah,” tuturnya.

Maka tak salah jika Arief menggantungkan harapan tinggi dari kunjungan Raja Salman bagi pariwisata Indonesia.

Kargo Kerajaan Saudi sudah tiba

Walaupun Raja Salman baru akan tiba di Indonesia pada tanggal 1 Maret, tetapi barang bawaannya sudah mulai masuk ke Indonesia sejak Selasa, 21 Februari. Proses pengiriman itu akan berlangsung hingga Kamis, 23 Februari.

Menurut Direktur Operasional JAS Airport Service, Subiyono, salah satu kargo spektakuler yang diangkut adalah tangga motorized atau excavator yang biasa digunakan oleh Raja Sakman.

“Kami secara khusus mengerahkan main deck loader dari Cengkareng dengan kapasitas 32 ton untuk menaikan dan menurunkan kargo mereka,” ujar Subiyono melalui keterangan tertulis.

Sementara, Manajer JAS di Halim Perdanakusuma, Satriana mengatakan perusahaannya akan melayani 20 penerbangan Kerajaan Saudi yang sudah dimulai sejak tanggal 15 Februari. Mereka akan tiba dengan menggunakan pesawat Saudi Arabia. Jenis pesawat rombongan kerajaan Arab Saudi antara lain Boeing B747-400, B747 Freighter, B777, B757 dan B737-800.

Sementara, untuk bandara di Bali akan melayani 9 penerbangan rombongan Raja yang terbang dengan menggunakan maskapai yang sama. – Rappler.com

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.