Merayakan cerita anak dalam ‘Pesta Cerita’

Merayakan cerita anak dalam ‘Pesta Cerita’
Dari pameran ilustrasi, membaca buku hingga dendang lagu anak, Suar Artspace mengajak pengunjung untuk mengapresiasi cerita dan imajinasi masa kecil

JAKARTA, Indonesia – Kapan terakhir kali kamu membaca cerita kesukaanmu waktu kecil? 

Sepanjang Sabtu, 25 Februari, Suar Artspace dan toko buku POST Santa mengadakan Pesta Cerita, yang diisi dengan rangkaian lokakarya, bursa buku dan barang seni, bincang buku dan membaca cerita anak, hingga penampilan musik. Pesta Cerita adalah ajang untuk mengapresiasi cerita anak-anak serta imajinasi masa kecil sebagai titik mula tumbuhnya kreativitas. 

Acara ini digelar sebagai peluncuran buku Aku, Meps, dan Beps oleh duo ibu dan anak, Reda Gaudiamo dan Soca Sobhita, serta penutup dari pameran Tell Tale oleh Margaret Yap dan Addy Debil.

A post shared by NV Hamid (@nadiavetta) on


Ajang ini merupakan kolaborasi pertama Suar Artspace dan POST Santa yang melibatkan dunia anak. Menurut Communications Manager Suar Artspace Nin Djani, meskipun Suar dan POST tidak berkecimpung di dunia anak, keduanya sama-sama bergerak di bidang kreatif. 
 
“Kreativitas lahir dari imajinasi yang aktif dan kami merasa masa anak-anak adalah masa yang penting untuk menumbuhkan keberanian menjadi kreatif,” ujar Nin.
 
Pada acara tersebut juga digelar lapak donasi buku yang digelar oleh komunitas Lemari Buku-Buku. Para pengunjung yang menyumbangkan bukunya akan mendapatkan hadiah berupa potret yang digambari oleh relawan ilustrator.
 
Tak hanya itu, ada juga bursa buku dan peralatan tulis dari sejumlah toko maupun penerbit independen, seperti  POST Santa, Seumpama Books, baba baa, PEPA – People and Paper, dan Anakayu.

Ada pula eksebisi yang menampilkan karya-karya ilustrasi dari buku Aku, Meps, dan Beps yang digambar oleh Cecilia Hidayat dan buku Terbang, dengan ilustrasi oleh Rassi Narika. 

Dalam sesi piknik cerita, pengunjung saling membacakan buku atau potongan cerita anak. Penyair Beni Satryo, Kezia Alaia, dan Gratiagusti Chananya Rompas turut bergabung membacakan puisi tentang anak-anak.
 
Mendekati penghujung acara, Soca Sobhita dan Reda Gaudiamo bergantian membacakan kisah-kisah dari buku Aku, Meps, dan Beps. Buku yang merupakan judul pertama yang diterbitkan POST Press, penerbitan independen subsidiari dari toko buku POST Santa ini, menceritakan masa kecil Soca. Uniknya, cerita-cerita dalam buku ini ditulis oleh Soca sewaktu kecil dulu: kadang ia ketik sendiri di komputer ayahnya, kadang diketikkan oleh ibunya.


Meps dan Beps adalah panggilan Soca kecil untuk ibu dan ayahnya. “Sekarang manggilnya udah Mak dan Pak, sih,” Soca mengaku. 

Di masa kecilnya, Soca menyadari bahwa keluarganya tidak biasa—ibu yang bekerja di kantor dan ayah yang bekerja di rumah—ketika yang mengantar-jemput dan mengambil rapornya adalah ayahnya.

Reda mengaku cerita-cerita ini awalnya disimpan sebagai buku bersama, kenangan masa kecil untuk Soca. Isinya berupa catatan Soca ditambah dengan beberapa topik yang dibahas dari sudut pandang keduanya. Namun terhenti di tengah jalan, dan bagian yang dituliskan Reda diterbitkan dalam buku berjudul Na Willa. Tulisan bagian Soca akhirnya dikirimkan ke Cecillia Hidayat untuk dibuat ilustrasinya.

Setelah gambar dan tulisan disimpan di komputer, berpindah ke external hard disk dan terlupakan, akhirnya Aku, Meps, dan Beps diterbitkan juga. 

“Awalnya sempat ragu apakah ada yang mau menerbitkan, karena isinya random, bahkan ada resep juga,” kata Reda. 

Sebagai penutup rangkaian acara Pesta Cerita, Reda berduet dengan gitaris Jubing Kristianto membawakan lagu-lagu anak Nusantara. – Rappler.com