‘A Walk to Understand’: Bersama memahami keberagaman

Rika Kurniawati
‘A Walk to Understand’: Bersama memahami keberagaman
Cara sederhana untuk menyampaikan pesan indahnya keberagaman. Dengan berjalan kaki mengitari rumah ibadah di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat

JAKARTA, Indonesia – Pintu selatan Stasiun Juanda dipenuhi oleh peserta A Walk to Understand pada pagi hari Sabtu 25 Maret. Mulai dari anak-anak hingga dewasa terlihat bersemangat mengikuti walking tour yang diselenggarakan oleh 100 Persen Manusia dan Jakarta Good Guide.

(BACA JUGA: Rekomendasi wisata di dalam kota bersama komunitas ‘walking tour’)

Mereka bersiap berjalan mengelilingi sejumlah tempat ibadah yang berada di kawasan Pasar Baru. Sekitar 48 orang ikut serta menjelajah berbagai tempat ibadah di kawasan Pasar Baru tersebut.

A Walk to Understand adalah kegiatan jalan-jalan, jalan kaki, yang mengunjungi dan melewati rumah-rumah peribadatan. Berbagai macam agama dan kepercayaan yang ada di daerah Pasar Baru,” ujar Rain Cuaca, Director 100 Persen Manusia (25/3) ditemui seusai kegiatan itu.

Peserta berkesempatan mengunjungi Gereja Katolik Katedral, Jakarta Pusat dan mendapatkan informasi soal latar belakang gereja tersebut. Foto oleh Rika Kurniawati.

100 Persen Manusia, organisasi yang mempunyai perhatian di bidang keberagaman gender, HIV/AIDS dan HAM pada umumnya. Uang pendaftaran para peserta A Walk to Understand kelak akan digunakan untuk kegiatan terkait HIV/AIDS dan isu kemanusiaan lainnya.

Jakarta Good Guide, sudah terbiasa mengatur sebuah program walking tour. Kedua pihak bertemu dan mempunyai perhatian yang sama tentang keberagaman agama dan kepercayaan di Indonesia. Oleh karena itu terselenggaralah kegiatan yang sudah dipersiapkan sejak dua bulan lalu.

Peserta walking tour 'A Walk to Understand' mengunjungi Mesjid Istiqlal. Foto oleh Rika Kurniawati/Rappler.

“Kita ingin kasih tahu, buat orang-orang itu (peserta) mengalami dan mengetahui bahwa dalam area sekecil Pasar Baru ini, ada bermacam tempat ibadah buat berbagai macam keyakinan…sampai saat ini mereka hidup berdampingan dengan harmonis. Toleransi, ga ada kerusuhan,” terang Farid Mardhiyanto, Founder Jakarta Good Guide (25/3).

Peserta terlihat antusias memasuki tempat ibadah yang sudah popular seperti Masjid Istiqlal maupun Gereja Katedral. Tempat-tempat ibadah yang lain, seperti Sikh Temple, Sri Sathya Sai Baba Indonesia, dan Harae Khrisna Temple juga menarik perhatian peserta. Banyak dari para peserta yang belum mengetahui tempat ibadah yang banyak dikunjungi oleh peranakan India di Indonesia itu.

Salah satu lokasi yang jadi tujuan "A Walk to Understand' adalah Sri Sathya Sai Baba Indonesia. Foto oleh Rika Kurniawati/Rappler.

Salah satu peserta adalah Sumarno dan keluarga yang datang dari Bintaro. Ia dan istrinya membawa tiga orang anak untuk mengikuti kegiatan tersebut. “Mungkin saat ini penting ya..kita sedang diuji mengenai keberagaman kita sendiri. Menurut saya ini penting buat mereka (anak-anak), untuk belajar, mengetahui juga bahwa keberagaman itu ada,” jelasnya.

Saksikan cuplikan gelaran A Walk to Understand lewat video di bawah ini.

-Rappler.com

 

 

 

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.