5 hal yang memicu proses jatuh cinta

Yetta Tondang
5 hal yang memicu proses jatuh cinta
Faktor-faktor ini menjadi alasan seseorang merasakan jatuh cinta

JAKARTA, Indonesia – Jatuh cinta itu soal rasa. Sedikit logika, lebih banyak rasa yang berbicara. Ditambah dukungan semesta, tentunya. Jatuh cinta juga tidak bisa direka-reka. You know it when you feel it.

Tapi sebenarnya, banyak studi yang berusaha mengulik, seperti apa proses jatuh cinta terjadi. Kalau menurut saya, jatuh cinta tidak bisa dipaksa. Tapi tetap, ternyata ada variabel-variabel tertentu yang bisa memicu rasa jatuh cinta.

Apa saja yang bisa jadi pemicu munculnya rasa jatuh cinta? Simak di bawah ini.

Kedekatan

Idealnya, dua orang yang sering bertemu satu sama lain, menghabiskan waktu bersama tentu memiliki peluang lebih besar untuk memicu proses jatuh cinta. Bukan berarti mereka yang terpisah jarak tidak bisa jatuh cinta, ya. Hanya saja, kedekatan bisa memicu proses tersebut lebih cepat terjadi.

Pertemuan dan diskusi yang rutin terjadi, berulang-ulang akan memicu kita menyukai seseorang dan jatuh cinta.

Jadi, jika kamu sedang mencari cinta, pertimbangkan bagaimana kamu menghabiskan waktu.Kamu rutin menghabiskan waktu di mana dan apakah tempat-tempat itu punya potensi untukmu menemukan cinta? Mulailah mengeksplor aktivitas atau komunitas baru.

Kalau kamu menghabiskan waktu 90 persen di kantor dan 10 persen di rumah, jangan heran kalau kamu masih single sampai sekarang!

Karakter

Jika bertanya soal karakter idaman dari seorang pasangan, mungkin yang langsung terlintas adalah “pintar, lucu, baik hati”. Standar. Tapi cobalah berpikir soal karakter yang “lebih dalam lagi”. Karena yang terlihat di luar belum tentu sama dengan yang di dalam.

Untuk bisa menerawang karakter seseorang lebih jauh lagi, dibutuhkan kemampuan untuk memahami diri sendiri terlebih dahulu. Setelah itu, kepercayaan diri akan otomatis timbul.

Mereka yang berpengalaman dengan cinta biasanya akan memiliki tingkat kepercayaan diri yang lebih tinggi dan daya “bertahan” yang rendah. Mereka yang lebih insecure terhadap diri sendiri akan cenderung lebih susah mengekspresikan diri dan sulit menghadapi keintiman dan konflik.

Sebuah studi pernah menyebut bahwa semakin seseorang mengenal dirinya sendiri, maka kemampuannya untuk membina hubungan yang lebih dalam dan intim akan semakin tinggi.

Maka dari itu, perbaiki karakter diri kamu dulu, dan yang lain (termasuk cinta) akan menyusul dengan sendirinya.

Kesamaan

Ada kalimat populer yang menyebut, “opposites attracts”. Bisa iya bisa tidak. Karena tidak selamanya yang berbeda itu selalu jadi yang menarik. Yang saya lihat, kebanyakan orang memilih pasangan yang cenderung memiliki kesamaan dengan dirinya, meskipun tak banyak.

Meski tak sedikit yang merasa perbedaan adalah tantangan dan bisa menjadi pelengkap seligus perekat dalam sebuah hubungan. Tapi tetap, soal persamaan tak bisa dipandang sebelah mata.

Persamaan ini bisa berupa banyak hal, ya. Hobi, latar belakang, kebiasaan, cara pandang hidup dan banyak lagi. Persamaan ini lantas menimbulkan kenyamanan. Dan mereka yang sudah nyaman satu sama lain akan lebih gampang untuk jatuh cinta.

Mencoba melihat persamaan-persamaan saat berkenalan dengan seseorang yang baru adalah ide yang bagus untuk dilakukan.

Momen

Semua momen yang memberi dampak emosional bagi seseorang akan meningkatkan peluangnya untuk jatuh cinta. Tak peduli seperti apa pemicu kondisi atau situasi yang emosional itu.

Anggap saja, jika seseorang yang tepat hadir di saat yang tepat, maka besar kemungkinan proses jatuh cinta akan terjadi. Misalnya, kamu datang ke kantor dengan mood yang berantakan, rambut yang tak rapi dan make up tak sempurna. tapi saat kamu berpapasan dengan seorang rekan kerja, dia memujimu dan seketika awan gelap di atas kepalamu menyingkir berganti pelangi. Kira-kira seperti itulah.

Momen yang tepat bisa memicu jatuh cinta. Inilah kenapa banyak orang yang baru putus, sedang drama-dramanya, kemudian dia bertemu orang yang tepat di saat ia benar-benar membutuhkan seseorang. Semua karena momen. Ingin jatuh cinta, maka cari atau berusahalah menciptakan “momen” itu!

Penampilan

Saya tahu, tak semua soal penampilan. Tapi penampilan itu jadi salah satu faktor yang penting untuk menentukan seseorang akan jatuh cinta atau tidak. Sekali lagi, penting, tapi bukan yang utama.

Bagaimana pun juga, hal pertama yang membuat seseorang tertarik dengan orang lain adalah penampilannya. Tapi kadang, tak banyak yang mengakuinya blak-blakan.

Definisi cantik atau tampan memang berbeda pada setiap orang. Seorang make up artist atau fashion stylist bisa dengan mudah memberitahumu tentang apa yang harus dilakukan untuk mendapatkan penampilan yang cantik dan tampan.

Tapi jangan lupa, bukan melulu soal cantik dan tampan, tapi lebih ke soal penampilan yang menarik. Karena yang cantik dan tampan belum tentu menarik, lho. Ada faktor “lain” yang akan memperlihatkan bahwa seseorang menarik. Berbeda dari yang lain. Salah satunya adalah kepercayaan diri.

Jadi, tunggu apa lagi? Setelah mengetahui hal-hal di atas, kemungkinan untuk merasakan jatuh cinta bisa lebih besar diraih, kan? Apapun itu, dan bagaimana pun proses terjadinya, jatuh cinta adalah hal yang menyenangkan. Semua orang harus merasakannya, setidaknya sekali dalam hidup.

Selamat jatuh cinta! -Rappler.com

 

Add a comment

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.