PIDIE, Indonesia — Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) hari pertama di SMA Negeri 1 Keumala, Kabupaten Pidie, Aceh, baru setengah jam berjalan ketika seorang siswi berteriak, “Pak, komputer saya ter-logout sendiri!”
Siswi tersebut panik seketika. Keringat membasahi sebagian dahinya. Ujian penentuan akhir yang diikutinya tiba-tiba telah dianggap usai setelah ter-logout. Padahal ia belum menjawab seluruh soal. Pandangan seisi ruangan Laboratorium Komputer tempat UNBK digelar di sekolah tersebut sontak mengarah kepadanya.
“Tenang, jangan panik dulu. Ini terjadi karena jaringan internet yang melambat,” kata Proktor SMA Negeri 1 Keumala, Iskandar, Senin 10 April 2017.
Iskandar kemudian meminta siswi tersebut melakukan login ulang dengan memasukkan username dan password. Namun, tak lama berselang, hal serupa terjadi pada siswa lain.
Tidak hanya sekali. Akun siswa yang keluar tiba-tiba dan dianggap telah usai ikut ujian terjadi hingga lima kali saat ujian masih berlangsung di hari pertama.
Iskandar menjelaskan hal tersebut terjadi akibat koneksi internet yang melambat. “Jadi saat komputer tiba-tiba terputus dengan koneksi internet, server membaca bahwa akun siswa yang ujian di komputer tersebut telah usai,” kata Iskandar.
Permasalahan tersebut diakibatkan kurangnya kualitas jaringan internet di sekolahnya. Sebab, menurut Iskandar, koneksi jaringan internet UNBK di sekolahnya hanya mengandalkan modem.
“Dengan jumlah komputer sebanyak 40 unit, maka modem tidak mampu menghubungkan koneksi internet komputernya ke server secara bersamaan,” kata Iskandar.

Iskandar telah melaporkan persoalan ini kepada penyedia jaringan internet. “Kami telah melapor soal ini kepada Telkom,” ujar Iskandar. Untungnya, persoalan serupa tak berulang pada hari kedua dan ketiga UNBK.
Namun jaringan internet bukan satu-satunya persoalan UNBK di Aceh. Sebab ada kendala lain, yakni padamnya listrik. Akibatnya komputer tidak dapat dioperasikan. Hal ini antara lain dialami siswa di SMA Negeri 1 Kuta Makmur, Aceh Utara.
UNBK di sekolah tersebut tiba-tiba terhenti pada sesi ketiga dikarenakan listrik padam. Akibatnya, pelaksanaan ujian terpaksa molor selama satu jam. Kendala listrik padam teratasi setelah pihak sekolah mencari genset.
Hal serupa juga dialami SMA Negeri 1 Sawang, Aceh Utara. Bahkan, di sana listrik telah lebih dulu padam sebelum UNBK dimulai. Untungnya, pihak sekolah telah menyediakan genset guna mengantisipasi hal tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Laisani, mengatakan UNBK di provinsi Aceh tahun ini digelar di 397 sekolah atau 56,3 persen dari keseluruhan sekolah SMA/MA di sana yang totalnya berjumlah 705 unit.
Beberapa kabupaten malahan sudah menggelar UNBK 100 persen, yaitu Kota Sabang (4 sekolah), Subulussalam (19 sekolah), Kota Lhokseumawe (18 sekolah), Bener Meriah (31 sekolah), Aceh Tamiang (34 sekolah), Nagan Raya (20 sekolah) dan Abdya (19 sekolah).
Di sisi lain juga masih ada daerah yang belum bisa melaksanakan UNBK lantaran sejumlah kendala, seperti minimnya akses internet dan pasokan listrik yang masih byar-pret, salah satunya di SMA Negeri I Keumala.
“Masih banyak daerah yang belum melaksanakan ujian nasional berbasis komputer. Jadi masih menggunakan pensil,” kata Laisani saat meninjau pelaksanaan UNBK di Kota Banda Aceh, Senin 10 April 2017. —Rappler.com
There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.