JAKARTA, Indonesia — Presiden “Jokowi” Widodo menyinggung tentang toleransi dan keberagaman saat membuka acara peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA) 2017 di Istana Negara.
“Kodrat Indonesia adalah mengelola keberagaman, mengelola kemajemukan, mengelola kebhinekaan,” kata Presiden Jokowi di Istana Negera, Selasa 18 April 2017.
Jokowi menyebutkan Indonesia memiliki lebih dari 174 suku dengan tradisi dan kebudayaan yang berlainan. “Data BPS malah mengatakan ada 1.340 suku,” kata Presiden melanjutkan.
Meski penuh dengan corak, suku-suku tersebut tetap bisa hidup berdampingan secara harmonis. Hal ini berpengaruh besar pada pertumbuhan ekonomi Indonesia.
“Pertumbuhan ekonomi Indonesia 2016 triwulan kedua berada pada peringkat tiga besar di bawah Tiongkok dan India,” kata Presiden Jokowi.
Dulu, Jokowi melanjutkan, Indonesia pernah menjadi salah satu inisiator solidaritas Asia-Afrika, menjadi inspirator negara-negara terjajah untuk merdeka. “Sekarang Indonesia menjadi rujukan dalam mengelola keberagaman suku, agama, ras,dan antargolongan.”
Karena itu Presiden Jokowi mengingatkan masyarakat Indonesia untuk terus merawat dan menjaga kerukunan yang selama ini telah terjalin.
“Jangan mudah tergoda oleh isu-isu sara yang dapat memperlemah bangsa dan negara kita. Dan jangan takut melawan tindakan intoleransi dan kekerasan atas nama apapun,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri juga menyinggung soal keberagaman. Menurut Megawati, teror dan intimidasi tidak akan menyelesaikan persoalan.
“Bukan ciri manusia berjiwa merdeka jika menyelesaikan persoalan dengan intimidasi, teror, dan senjata. Kita harus berani bersikap, sekuat-kuatnya, sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya berjuang mempertahankan keberagaman,” kata Megawati. —Rappler.com
There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.