Tsania Marwa bersikukuh ingin bercerai dari Atalarik Syach

Rappler.com
Tsania Marwa bersikukuh ingin bercerai dari Atalarik Syach
Sidang perceraian Tsania Marwa dan Atalarik Syach kembali digelar hari ini, Selasa, 18 April
 

JAKARTA, Indonesia – Pasangan Atalarik Syach dan Tsania Marwa sama-sama hadir di sidang lanjutan kasus perceraian mereka yang digelar hari ini, Selasa, 18 April di Pengadilan Agama Cibinong, Bogor, Jawa Barat. Keduanya pun melewati proses mediasi oleh pihak pengadilan.

Saat berada di ruang sidang sebelum mediasi digelar, terlihat Marwa dan Atalarik sama sekali tidak berkomunikasi dan bersikap dingin. Sebelumnya, Atalarik pun datang dengan pengawalan beberapa orang pengawal pribadi yang bertugas menjaganya. Setelah sidang pun, Atalarik bergegas dan tak bersedia diwawancara.

Usai mediasi, Marwa memberikan keterangan pada awak media. “Alhamdulillah hari ini sudah terjadi mediasi. Dan alhamdulillah bisa dibilang berjalan cukup baik. Tapi saya tekankan, saya tetap pada keputuan saya untuk melanjutkan gugatan cerai saya kepada Atalarik dan saya meminta hak asuh anak saya,” tegasnya.

Pihak Marwa tampaknya sangat bersikukuh mendapatkan hak asuh kedua anak mereka, Syarif dan Shabira. Bahkan Marwa dan pengacaranya berencana mendatangi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) terkait permohonan hak asuh ini. Apalagi, pihak Marwa berang karena dituduh Atalarik ingin mengambil paksa anak-anak mereka.

“Jadi perlu diketahui jika klien saya yang ingin ambil paksa anaknya itu enggak ada karena dalam perlindungan anak, selagi anak itu belum 12 tahun, hak asuhnya ada di ibu, di Marwa,” ujar Hamdan, pengacara Marwa yang turut mendampingi sang klien saat persidangan.

“Kami ada rencana mau lapor ke KPAI, kami tidak mau anak menderita gangguan psikis. Dengan adanya klarifikasi ini, saya berharap media mengetahui bahwa klien kami, Marwa, itu tidak pernah meninggalkan rumah tanpa izin,” kata Hamdan lagi.

Marwa pun sempat bingung dengan sikap Atalarik yang tidak ingin bercerai darinya, sementara tindakan sang suami terhadap dirinya berseberangan. “Yang pertama, dia ngelarang saya ketemu sama anak. Kedua, dia nurunin saya di tengah jalan. Ketiga, barang-barang saya ditahan semua padahal dia tau itu semua barang-barang yang saya suka. Keempat, saya baru tahu kemarin, saya dilaporkan ke pidana ke Polres dengan gugatan saya membobol masuk. Kita liat faktanya aja deh, apa fakta yg ada menunjukkan beliau msh mau rujuk dengan saya? Kok kayaknya saya susah percaya.”

Hari ini pun, saat persidangan, Marwa kembali mengemukakan keinginannya di depan pengadilan bahwa ia ingin bertemu anak-anak dan mengambil barang-barangnya. Namun kata Marwa, Atalarik tidak setuju.”Mobil dibilang harta gono-gini, saya terserah deh. Tapi kalo tas dan sepatu jadi harta gono-gini, lucu, saya baru denger. Saya butuh itu untuk kerja. Dan beliau bilang enggak bisa. Berarti emang enggak ada niat baik dari beliau untuk balikin barang-barang saya, saya enggak apa-apa.”

Sekarang, yang pasti, keinginan utama Marwa adalah bertemu dengan Syarif dan Shabira. Terakhir ia bertemu Syarif, anak sulungnya, saat Syarif berulangtahun pada 25 Maret lalu. “Itu di salah satu mal, di tempat main, saya tanya ke anak saya, ‘Syarif di rumah siapa yang bersihin kotoran telinga?’. Dia jawab, ‘Enggak ada’,” kata Marwa sambil menangis tersedu-sedu. -Rappler.com

Add a comment

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.