Mixed Martial Arts

‘Teknologi adalah sebuah treasure box’

Ayu Annisa
‘Teknologi adalah sebuah treasure box’
Pendiri Girls in Tech, Anantya Van Bronckhorst menjelaskan peran teknologi dalam kemajuan perempuan

JAKARTA: Dalam acara diskusi yang mengusung tema diskusi bertajuk Integrasi Perempuan & Teknologi untuk Indonesia yang Lebih Sejahtera yang digagas Rappler Indonesia bersama GoWork, Eisenhower Fellowships dan Google Indonesia di Hari Kartini, Anantya Van Bronckhorst menjelaskan peran teknologi untuk kemajuan perempuan. 

(BACA JUGA: LIVE UPDATES: Merayakan Hari Kartini 2017 bersama Rappler Indonesia)

Anantya sendiri adalah seorang lulusan jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Indonesia yang pada awalnya bercita-cita menjadi jurnalis. Pada masa kuliah ia hanya fokus pada bidang jurnalistik seperti misalnya menulis 10 artikel per hari untuk sebuah website.

Seiring dengan perkembangan teknologi, Anantya tergelitik untuk mempelajari sarana-sarana digital yang ada di sekelilingnya dan mencoba untuk memanfaatkannya. Ia bersama keenam rekan nya yang semuanya terdiri dari laki-laki akhirnya mencoba mendirikan agensi digital. 

Pada saat itulah Anantya menyadari sesuatu, “Teknologi adalah sesuatu yang bisa kita pelajari sambil berjalan.”

Anantya mengaku dibantu oleh teknologi ketika mencaritahu tentang tata cara membuat sebuah agensi: tentang membuat proposal, mengatur finansial, mendirikan HR – semuanya ia lakukan pada awalnya melalui Google. 

“Karena itulah teknologi menjadi sebuah treasure box di mana kita bisa tanyakan apapun tentang hal-hal yang ingin kita pelajari,” jelasnya. “Tapi saya sadar bahwa untuk membentuk good company, selain belajar dari teknologi, kita juga harus melakukan apa yang sudah dipelajari lewat kantor.”

Mengusung tema perempuan dan teknologi, Girls in Tech adalah organisasi global nirlaba yang fokus pada keikutsertaan, pendidikan, dan emansipasi wanita dalam dunia teknologi. Girls in Tech memiliki banyak regulasi dan program yang menguntungkan perempuan. Contohnya, selain cuti hamil dan melahirkan untuk perempuan selama 3 bulan, ia juga membuat peraturan libur 1 bulan untuk para ayah agar bisa membantu istrinya dan merawat anaknya yang baru lahir.

Selain itu, Anantya sering melakukan pendekatan kepada perempuan dari berbagai jenjang umur untuk bergabung di Girls in Tech. Untuk membantu kemajuan perempuan di bidang teknologi, Girls in Tech menyediakan program seperti kelas khusus dan mentorship base yang merupakan free activity. Pada tahun 2017 ini, ia juga mencoba merekrut mahasiswi yang ingin berkarier di dunia teknologi dan juga perempuan berlatarbelakang bisnis digital.

Sebagai penutup, Anantya menyimpulkan kunci untuk menginspirasi wanita bergabung ke dunia teknologi adalah dengan cara menerjunkan mereka ke dunia teknologi itu sendiri dan juga kolaborasi. -Rappler.com