Indonesia ingin perluas pasar ekspor ke Korsel

Uni Lubis
Indonesia ingin perluas pasar ekspor ke Korsel
Dubes Umar Hadi bertemu asosiasi importir Korsel dan Lembaga Promosi Perdagangan. Bulan Juli akan datang 100-an importir ke Jakarta

SEOUL, Korea Selatan – Duta Besar Republik Indonesia Untuk Republik Korea Selatan, Umar Hadi, langsung tancap gas di pekan pertama bertugas di Negeri Ginseng itu. Umar Hadi yang sebelumnya bertugas sebagai Konsul Jenderal RI di Los Angeles, AS, tiba di Seoul pada hari Senin pekan lalu.  

Selasa melakukan serah terima jabatan dan mulai Rabu jadwalnya padat dengan berbagai kegiatan.  Rabu pekan ini, 24 Mei 2017, Dubes Umar bertemu dengan ASEAN – Korea Center, KOIMA dan KOTRA. KOIMA adalah asosiasi importir Korea, sedangkan KOTRA adalah lembaga promosi perdagangan dan investasi Korea.

“Saya bisa tancap gas karena di Korea, kita bisa bertemu dengan 3-5 pihak dalam sehari,” ujar Dubes Umar melalui pesan singkat kepada Rappler, Rabu 24 Mei 2017. Selain berkenalan dengan Presiden dan Kepala Eksekutif KOTRA Jaehong Kim, Umar juga berdiskusi dengan Ketua KOIMA, Myoung-jin Shin. “Korsel negara penting untuk investasi dan perdagangan. KBRI berkomitmen meningkatkan kontak antar pelaku usaha di kedua negara,” ujar Umar.

Data menunjukkan bahwa Korsel adalah sumber investasi asing terbesar keempat setelah Singapura, Jepang dan AS.  Angka investasi Korsel di Indonesia sekitar US$ 8 miliar dolar. Korsel juga merupakan negara tujuan ekspor RI yang ke-6 terbesar, dan sumber impor ke-5. Total perdagangan kedua negara tahun 2015 lebih dari US$ 16 miliar dolar.

“Asosiasi importir (KOIMA),  sepakat untuk mengirimkan  delegasi seratusan importir untuk datang ke Jakarta pada pertengahan Juli 2017,” kata Umar. Indonesia ingin memperluas jenis produk ekspor Indonesia ke pasar Korsel.

Selasa, 23 Mei 2017, Presiden Joko Widodo menerima kunjungan kehormatan Utusan Khusus Presiden Republik Korea Selatan untuk ASEAN,  Park Wonsoon, yang juga merupakan Wali Kota Seoul di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. Presiden Jokowi didampingi Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno. 

“Ada komitmen dari pemerintah Korea Selatan yang baru untuk terus meningkatkan hubungan dengan Indonesia sebagai negara yang paling besar di ASEAN dan tentunya ASEAN sebagai satu kelompok,” ujar Retno, sebagaimana dikutip dari Biro Pers Kepresidenan. 

Delegasi juga Korsel menyampaikan permintaan Presiden Moon Jae-In yang ingin bertemu Presiden Jokowi di sela-sela pertemuan G20 di Hamburg, bulan Juli mendatang. –Rappler.com

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.