Yuk, mengaji online bersama ulama-ulama beken

Rappler.com
Yuk, mengaji online bersama ulama-ulama beken
"Membawa keteduhan dan ketenangan, bukan pemahaman yang menuding-nuding kiri-kanan."

 

JAKARTA, Indonesia — Zaman terus berubah. Dulu, para santri mengaji dengan datang langsung ke pondok-pondok pesantren atau majelis taklim, membuka kitab, kemudian mendengarkan wejangan para ulama.

Kini kita bisa menjadi santri atau belajar mengaji tanpa harus mondok atau datang ke majelis-majelis taklim, melainkan cukup siapkan komputer dan akses internet, kamu pun sudah bisa berguru dari para ulama beken.

Sebab kini banyak ulama kondang yang membagikan ilmunya secara online. Salah satunya adalah Ulil Abshar Abdalla. Ulil membuka pengajian virtual di laman Facebooknya dengan membahas kitab Ihya Ulumuddin karya Imam Al Ghazali. Pengajian virtual ini digelar setiap malam pukul 21.00 WIB selama Ramadan.

Saya sendiri mencoba-coba untuk membuka pengajian virtual dengan membaca kitab ‘sepuh’ Ihya’ Ulumiddin,” tulis Ulil di laman Facebooknya. “Tujuan saya ngaji ini bukan apa-apa, selain untuk memaksa saya sendiri untuk membaca kitab Ihya’ secara rutin.” 

Warganet atau santri online menyambut gembira pengajian virtual ini. Setidaknya, pada kajian yang digelar Selasa malam, tak kurang dari 1.900 warganet memberikan jempol mereka dan 550 lainnya membagikan posting pengajian virtual ini.

Selain Ulil, ulama lain yang juga membuka pengajian virtual adalah KH Mustofa Bisri atau biasa disapa Gus Mus. Pengajian virtual Gus Mus ini bisa dinikmati di GusMus Channel di Youtube.  

Pengajian virtual Gus Mus disiarkan dari Pondok Pesantren Raudlatul Thalibin, Rembang. Sayangnya, wejangan Gus Mus di pengajian ini menggunakan bahasa Jawa.

Selain melalui Facebook atau Youtube, warganet juga bisa mengikuti pengajian virtual dengan menggunakan aplikasi NUTIZEN. Melalui aplikasi berbasis android ini, warganet bisa menyaksikan pengajian yang disampaikan sejumlah ulama secara live stream

“Sekarang ada upaya membanjiri dunia maya dengan konten-konten Islam yang rahmah, yang membawa keteduhan dan ketenangan, bukan pemahaman yang menuding-nuding kiri-kanan, yang menyebarkan kecurigaan, yang membawa aura kebencian,” tulis Ulil.

—Rapper.com 

 

Add a comment

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.