JAKARTA, Indonesia (UPDATED) – Polres Jakarta Timur pada Kamis, 1 Juni akhirnya menangkap satu orang terduga pelaku persekusi terhadap remaja berinisial PMA di area Cipinang Muara. Terduga pelaku berinisial MH (57 tahun) dan M (60 tahun).
Kini MH dan M sudah dibawa ke Polda Metro Jaya untuk dimintai keterangan. Menurut Kapolres Jakarta Timur Kombes Andry Wibowo peran masing-masing terduga pelaku masih didalami.
“Sedang didalami (peran masing-masing) sesuai dengan video yang viral,” ujar Andry kepada Rappler yang menghubunginya pada malam ini.
Dia masih enggan membeberkan lebih detail identitas keduanya. Namun, salah satu di antara mereka diindikasikan adalah anggota ormas Front Pembela Islam (FPI), sedangkan satu lainnya hanya simpatisan.
“Salah satu (di antara pelaku) ada yang mukul,” katanya.
Penangkapan itu sesuai dengan instruksi Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang menyesalkan semakin maraknya aksi persekusi terhadap warga. Apalagi korban yang berada di Cipinang Muara baru berusia 15 tahun.
“Kita sekarang lagi ramai masalah persekusi. Tadi, ada anak kecil di Jakarta Timur (menjadi korban) dan Kapolres Jakarta Timur sudah laporan,” kata dia ketika dilakukan buka puasa bersama di daerah Pancoran, Jakarta Selatan pada malam ini.
Menanggapi ramainya aksi tersebut, Tito langsung memerintahkan anak buahnya agar pelaku langsung ditangkap. Tujuannya untuk membuat efek jera.
“Satu orang yang sudah kami tangkap itu yang memaksa untuk membuat surat pernyataan dan ditanda tangan. Saya bilang: ‘sudah, jangan tanggung-tanggung. Tahan saja,’” kata dia.
Sementara, juru bicara Front Pembela Islam (FPI) Slamet Maarif mengatakan pihaknya membenarkan jika telah terjadi intimidasi terhadap PMA. Tetapi, Slamet memastikan bahwa FPI tidak memiliki niat untuk mengintimidasi korban. Mereka malah ingin melerai agar tidak terjadi penganiayaan terhadap PMA.
Tetapi, dalam video yang viral di media sosial, PMA justru sempat menerima tamparan dua kali dari anggota ormas tersebut. Hal tersebut bertolak belakang dengan pernyataan Slamet.
PMA didatangi anggota ormas tersebut karena dianggap telah menghina ulama mereka Rizieq Shihab. Pimpinan FPI itu kini masih berada di Saudi dan telah menjadi buronan polisi atas kasus pembicaraan bermuatan pornografi.
Di dalam akun media sosialnya, PMA disebut telah mengolok FPI dengan mengganti namanya dari Front Pembela Islam menjadi Front Pengangguran Indonesia. Dia juga dituding telah mengedit foto Rizieq dan ulama FPI lainnya seolah-olah pernah berkunjung ke Hotel Alexis. Hal terakhir yang ditulisnya yakni bersedia untuk berduel satu lawan satu dengan umat Islam.
Di dalam video, terdengar anggota ormas mengatakan agar PMA mengatakan kepada teman-temannya yang lain untuk tidak menghina FPI dan Rizieq.
“Orang sini juga udah pada kesel, karena Habib Rizieq bukan punya FPI, tapi punya umat. Banyak yang cinta dengan Beliau,” kata salah satu anggota ormas yang terdengar di dalam video itu. – dengan laporan Ursula Florene/Rappler.com
There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.