Bobotoh bikin onar, Umuh Muchtar menangis

Yuli Saputra
Bobotoh bikin onar, Umuh Muchtar menangis
"Saya sedih lihat (ulah) Bobotoh seperti itu.”

BANDUNG, Indonesia — Pertandingan Persib Bandung kontra Bhayangkara FC di Stadion Patriot Cahdrabhaga Kota Bekasi, Minggu 4 Juni 2017 lalu, diwarnai insiden tak terpuji dari sejumlah oknum Bobotoh —sebutan untuk supporter Persib Bandung.  

Mereka menyalakan flare, melempar kemasan air mineral, bahkan merangsek masuk ke lapangan. Dari mulut mereka juga keluar cacian dan umpatan kekecewaan kepada pemain dan pelatih Persib Bandung.

Insiden itu dipicu oleh kepemimpinan wasit yang dinilai berat sebelah. Kekecewaan Bobotoh bertambah karena para pemain Persib tak juga membuat gol pun ke gawang Bhayangkara FC. Akibat kericuhan itu, wasit terpaksa menghentikan pertandingan kurang lebih selama 10 menit sampai situasi kembali kondusif.

Peristiwa itu membuat Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar kecewa sekaligus sedih. Ungkapan perasaan itu disampaikan Umuh sambil menangis.

“Nangis lah saya, sangat sakit.  Sakit dengan kejadian ini. Saya sedih lihat (ulah) Bobotoh seperti itu,” ujar Umuh dengan suara tercekat, kepada wartawan di kediamannya, Jalan Kiaracondong Kota Bandung, Senin, 5 Juni 2017.

Yang membuat Umuh tambah sakit hati adalah umpatan dan makian Bobotoh kepada pemain dan pelatih Djadjang Nurdjaman.  Menurutnya, Bobotoh seperti melupakan jasa para pemain dan pelatih yang telah membawa tim Maung Bandung menjuarai LSI 2014 dan Piala Presiden 2015.

“Saya sedih tidak pantas Bobotoh sampai seperti itu. Kalau anak-anak (pemain) ngedrop, Persib sampai degradasi, apa tidak sakit? Semua itu akan jadi bumerang bagi bobotoh yang setia,” ujar Umuh yang dijuluki bapaknya Bobotoh ini.

Tapi Umuh menenggarai ulah tak terpuji sekelompok Bobotoh itu telah direncanakan. Terbukti ada spanduk-spanduk yang bertuliskan hujatan dan kekecewaan kepada tim Maung Bandung. Umuh menduga, kericuhan tersebut telah direncanakan oleh Bobotoh yang menginginkan Persib hancur.

“Saya tahu Bobotoh mana yang pro dan kontra, mana yang sejati dan menghancurkan Persib. Kemarin seperti sudah ada persiapan.  Spanduk aja sudah siap. Ada spanduk-spanduk seperti itu berati kan sudah siap, bukan spontan. Berarti mereka seperti sudah mendoakan Persib kalah,” kata Umuh geram.

Umuh meminta para Bobotoh untuk memahami kondisi Persib yang saat ini sulit meraih kemenangan karena tidak memiliki striker.  Memenangkan tiga kali pertandingan sejauh ini bagi Umuh sudah merupakan sebuah keberuntungan dalam kondisi seperti itu.

“Kita beruntung masih bisa menang karena kita tahu Persib tidak punya striker, jadi musuh akan makin mengigit. Siapapun pelatihnya dalam keadaan begini akan sulit, kecuali kalau sudah ada striker,” kata pria yang biasa dipanggil Pak Haji ini.

Kekecewaan atas ulah sekelompok Bobotoh juga disampaikan Gus Dul, pengurus Viking Persib Club (VPC) yang merupakan komunitas supporter Persib terbesar di Indonesia. Gus Dul mengatakan semua pihak seharusnya bisa menahan emosi terutama di saat Persib dalam posisi tidak maksimal. 

“Semua Bobotoh boleh kecewa melihat permainan dan hasil yang diraih Persib, boleh mengungkapkan kekecewaan dan kekesalannya, tidak ada yang melarang. Tapi jangan sampai merugikan tim dan sesama Bobotoh,” ungkap Gus Dul.

Gus Dul juga menyayangkan aparat keamanan yang tidak sigap mengantisipasi kejadian hingga Bobotoh berhasil masuk ke lapangan dan membuat kericuhan.  Menurutnya, insiden tersebut semestinya tidak terjadi.

Mengenai rumor akan adanya boikot Bobotoh terhadap pertandingan Persib Bandung melawan Persiba Balikpapan, Minggu 11 Juni mendatang, Gus Dul membenarkan beredarnya rumor tersebut.  Namun Gus Dul menghimbau kepada para Bobotoh  untuk tetap memberi dukungan kepada tim Pangeran Biru, terutama setelah mengalami dua kali kekalahan secara berturut-turut. 

“Jadi kalau ada Bobotoh yang mau memboikot, silakan saja dan kalau mau menonton, mangga wae (silakan). Tapi coba tanya ke hatinya sendiri, apakah tega meninggalkan Persib yang nyata-nyata perlu sekali dukungan,” kata Gus Dul.

Pertandingan Persib Bandung versus Bhayangkara FC dua hari lalu memang menjadi pertandingan terburuk yang dialami tim asuhan Djadjang Nurdjaman itu.  Bukan saja karena kekalahan yang dialami, tapi juga kericuhan yang terjadi.  

Ditambah lagi, keputusan Djadjang untuk mundur sebagai Kepala Pelatih tim Maung Bandung yang membuat suasana semakin emosional. 

Kondisi mental para pemain dalam keadaan terpuruk setelah mengalami dua kali kekalahan beruntun dan juga kemungkinan “hilang”nya pelatih yang oleh sebagian pemain sudah dianggap ayah sendiri itu.  —Rappler.com

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.