3 tips jitu menjawab pertanyaan “Kapan kawin?”

Sakinah Ummu Haniy
3 tips jitu menjawab pertanyaan “Kapan kawin?”
Mendapatkan pertanyaan “kapan kawin?” tidak harus menjadi momok menakutkan

JAKARTA, Indonesia — Saat lebaran tiba, momen berkumpul bersama keluarga besar pasti selalu dinanti. Namun ada kalanya kita merasa malas bertemu dengan om dan tante yang terkadang terlalu banyak bertanya tentang hidup kita. Apalagi jika mereka menanyakan satu pertanyaan keramat: “Kapan Kawin?”. Rasanya ingin kabur saja.

Tapi tunggu dulu. Mendapatkan pertanyaan “kapan kawin?” tidak harus menjadi momok menakutkan.

Kamu harus ingat, om dan tante yang jarang bertemu denganmu itu sebenarnya hanya ingin basa-basi untuk membuka percakapan dengan keponakan yang sudah lama tak dilihatnya. Intensi yang baik tersebut sudah selayaknya juga mendapatkan respon yang baik dari kita.

Berikut tiga tip untuk menjawab pertanyaan “kapan kawin?” ketika kumpul keluarga.

1. “Doain aja….”

Selain berusaha, manusia memang perlu berdoa untuk mendapatkan sesuatu. Oleh karena itu, ketika keluarga kita bertanya “kapan kawin?” pada kita, jawaban yang cocok untuk diberikan adalah: “minta doanya saja.”

Selain cenderung sopan dan tidak menyakiti yang bertanya, jawaban ini juga bisa berfungsi lain, terutama untuk kamu yang memang sebenarnya dalam hati ingin segera menikah: Dengan tambahan doa dari orang lain mungkin saja jodohmu bisa datang lebih cepat.

2. Tanya balik

Tujuan utama dari pertanyaan “kapan kawin” adalah untuk membuka percakapan. Oleh karena itu, setelah kamu menjawab pertanyaan dengan sopan, kamu bisa lanjut dengan bertanya balik kepada yang bersangkutan.

Pertanyaannya tidak perlu terlalu berat, bisa dengan pertanyaan “apa kabar?” “Sekarang lagi sibuk apa?” dan pertanyaan ringan lainnya.

3. Senyum

Jangan lupa senyum! Meskipun kamu kesal karena terlalu banyak yang bertanya “kapan kawin?” dalam satu hari, sebisa mungkin kamu harus menunjukan senyuman termanis. Mengapa?

Selain karena senyum itu ibadah, dengan tersenyum kamu akan terlihat bahagia, dan bisa jadi keluargamu sadar bahwa menikah bukan satu-satunya jalan untuk bahagia.

—Rappler.com

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.