Jokowi akan bertemu Trump di Jerman

Rappler.com
Jokowi akan bertemu Trump di Jerman
Ini menjadi pertemuan bilateral pertama antara Jokowi dengan Trump

JAKARTA, Indonesia – Presiden Joko “Jokowi” Widodo akan melakukan pertemuan bilateral untuk kali pertama dengan Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump di Hamburg, Jerman pada 7 Juli. Pertemuan dilakukan di sela KTT ke-12 G20 yang digelar pada 7-8 Juli.

Selain Jokowi dan Trump, pertemuan tahunan itu juga diikuti oleh 18 pemimpin negara dengan perekonomian terbesar di dunia lainnya. Selaku tuan rumah, Jerman juga mengundang beberapa negara sebagai tamu di antaranya Presiden Filipina Rodrigo Dutere, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong dan Perdana Menteri Belanda Mark Rutte.

Sebenarnya, Jokowi telah bertemu Trump di KTT Riyadh pada 20-21 Mei lalu. Namun, di sana, keduanya tidak melakukan pembicaraan bilateral.

Lalu, apa yang akan dibicarakan oleh kedua pemimpin? Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan Trump dan Jokowi akan membahas isu-isu bilateral. Isu tersebut, kata Retno lebih luas dari sekedar membicarakan mengenai counter terorisme. Diprediksi keduanya akan fokus mengenai pembahasan kerja sama di bidang ekonomi dan perdagangan.

Seperti yang diketahui, Trump sempat mengeluh nilai perdagangan bilateralnya dengan Indonesia mengalami kerugian. Oleh sebab itu, Trump meminta Departemen Perdagangan untuk memeriksa.

“Ini kan pertemuan pertama dalam konteks bilateral. Walaupun pada saat KTT di Riyadh Presiden sudah bertemu dengan Trump. Tentu, karena baru sekali ini duduk dalam pertemuan bilateral, yang akan dibahas pasti urusan-urusan bilateral yang lebih luas dari sekedar counter terorisme,” kata Retno yang ditemui di Istana Negara pada Senin, 3 Juli.

Selain bertemu Trump, Jokowi diketahui akan duduk dalam pertemuan bilateral dengan enam pemimpin negara, antara lain Belanda, Norwegia, Vietnam, dan Spanyol. Retno juga tengah memastikan jadwal pertemuan bilateral dengan Presiden baru Korea Selatan di sela KTT.

Pertemuan G20 tahun ini, kata Retno, menekankan pada tiga tema utama. Pertama, mengenai kemampuan sistem, bagaimana pertumbuhan ekonomi global dapat dilakukan secara inklusif dan berwawasan lingkungan serta tanggung jawab dalam melakukan pembangunan.

Selain itu, Jokowi juga diminta untuk menjadi pembicara utama di saat sesi retreat yang membahas topik penanggulangan terorisme. Ancaman teror saat ini menjadi salah satu yang menjadi fokus bagi negara di seluruh dunia. Sebab, tidak ada satu pun negara yang kebal terhadap tindak teror. Terlebih, wilayah kekuasaan ISIS di Irak dan Suriah semakin mengecil, karena perlahan-lahan mulai direbut kembali oleh militer pemerintah.

“Kemudian, Presiden juga akan menyampaikan intervensi di sesi satu yang terkait masalah ekonomi dan keuangan,” kata mantan Duta Besar Indonesia untuk Belanda itu. – Rappler.com

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.