Pelaku bom panci di Buah Batu direkrut melalui Telegram

Yuli Saputra
Pelaku bom panci di Buah Batu direkrut melalui Telegram
Pelaku tergabung dalam satu channel di Telegram dan membaca tausiyah yang dibagikan di sana

BANDUNG, Indonesia – Kepolisian memastikan jika perakit bom panci di Kecamatan Buah Batu, Agus Wiguna (AW) terkait dengan kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD). AW merupakan sel baru JAD yang belum memiliki struktur baku.

Ia direkrut melalui aplikasi layanan pesan pendek Telegram yang sudah diblokir sebagian oleh pemerintah pada 14 Juli lalu. 

“Salah satu indikasi kenapa Kapolri minta Telegram diblokir di Indonesia, yang kemudian disetujui Kemenkominfo, karena mereka selama ini menggunakan Telegram dalam hal berkomunikasi, termasuk AW. Dia membaca tausiyah melalui Telegram oleh kelompoknya sehingga mind setnya berubah,” ujar Kabidhumas Polda Jawa Barat, Kombes Polisi Yusri Yunus saat dihubungi Rappler melalui telepon pada Rabu, 19 Juli. (BACA: Efektif kah aplikasi Telegram diblokir untuk memberantas terorisme?)

AW menjadi salah satu anggota dalam sebuah channel (grup) di Telegram yang terkait dengan JAD. Pria berusia 22 tahun itu akhirnya berhasil direkrut dan menjadi sel-sel baru kelompok yang berafiliasi dengan ISIS tersebut. Di dalam channel itu, kata Yusri, diisi anggota yang sebagian besar merupakan pemuda berusia 21 tahun hingga 24 tahun.

“Mereka ini (beberapa terduga teroris terkait AW yang telah ditangkap) berada di satu grup di Telegram. Saling mengenal karena masuk dalam grup, ngobrol di Telegram, akhirnya sampai direkrut menjadi kelompok baru. Mereka itu anak-anak muda semua, rata-rata berusia 21-24 tahun,” kata dia.

Sejauh ini, polisi telah menangkap sebanyak lima orang terduga teroris yang terkait dengan AW. Mereka berinisial K, AAS, AR, RS dan YC. Peran mereka bermacam-macam, mulai hanya mengetahui adanya rencana aksi teror AW hingga membantu merakit bom panci.

Lima orang teman AW ditangkap di daerah yang berbeda, yakni Kabupaten Tasikmalaya, Subang, kota dan Kabupaten Bandung. Sama seperti AW, lima terduga teroris itu juga berencana untuk melakukan aksi terhadap para thogut. Istilah thogut digunakan untuk merujuk kepada segala sesuatu yang disembah selain Allah.

“Semua kan sama. (Tujuan) mereka itu amaliyah terhadap thogut-thogut. Yang dianggap thogut itu NKRI ini, plus semua kafir. Buat teroris kan begitu, biar thogut-thogut segera dibasmi, karena menurut dia (Indonesia) kafir, polisi juga kafir,” katanya.

Dari pemeriksaan terhadap YC, polisi mendapat informasi bahwa AW sudah sempat meledakan bom panci yang dia rakit di Rumah Makan Celengan di Jalan Astana Anyar Kota Bandung. Beruntung, bom itu tidak meledak karena bahan bakunya masih basah.

Selain RM Celengan, AW dan kelompoknya berencana melakukan aksi teror di dua tempat lainnya, yakni di Cafe Bali di Jalan Braga Kota Bandung dan sebuah gereja di Buah Batu. Belakangan, polisi berhasil mengungkap bahwa pelaku juga ingin beraksi di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). (BACA: Polisi: Pelaku akan meledakan bom panci di tiga lokasi)

“Untuk melakukan aksi terornya itu, AW mengatakan sudah memiliki bahan bom yang sudah siap seberat 3-5 kilogram yang disimpan di rumah kontrakannya di Cidurian Buah Batu,” tutur Yusri.

Rencana aksi teror AW terungkap ketika bom panci yang telah dia rakit justru meledak di kamar kontrakannya secara tidak sengaja. Saat bom panci itu meledak, AW diketahui tengah berjualan bakso goreng yang menjadi profesi sehari-harinya.

Ledarna itu membuat tetangganya terkejut dan melaporkan kejadian itu ke aparat keamanan setempat. Polisi yang datang ke lokasi kejadian langsung menangkap pemuda yang masih terdaftar sebagai mahasiswa di sebuah universitas swasta di Bandung itu.

Polisi Jabar hingga kini masih memburu terduga teroris lainnya yang memiliki kaitan dengan AW. – Rappler.com

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.