US basketball

5 hal tentang vokalis Linkin Park Chester Bennington

Rappler.com
5 hal tentang vokalis Linkin Park Chester Bennington
Chester ditemukan tewas di rumahnya dalam usia 41 tahun

JAKARTA, Indonesia — Berita duka datang dari vokalis Linkin Park Chester Bennington yang ditemukan tewas di rumahnya di Los Angeles pada Kamis, 20 Juli. Meninggalnya Chester mengejutkan semua pihak karena ia diduga meninggal akibat bunuh diri dengan cara gantung diri.

(BACA JUGA: Vokalis Linkin Park Chester Bennington ditemukan tewas di rumahnya)

Untuk mengenang sosoknya, berikut 5 hal tentang Chester Bennington:

Dua kali menikah, enam anak

Chester pertama kali menikah dengan Samantha Marie Olit saat masih berusia 20 tahun. Pernikahan tersebut pun berbuah satu putra, Draven Sebastian Bennington yang lahir 19 April 2002. Saat awal Linkin Park mulai meniti kesuksesan, pernikahan Chester mulai goyah. Akhirnya ia pun bercerai di tahun 2005.

Tak perlu waktu lama untuk move on, setahun kemudian Chester kembali menikah dengan seorang mantan model majalah Playboy Ann Bentley. Dari pernikahan keduanya ini Chester dianugerahi satu putra dan sepasang putri kembar yang masing-masing bernama Tyler Lee, Lilly, dan Lila. 

Sebelum menikah, Chester memiliki anak, Jaime, dari kekasihnya Elka Brand. Saat itu pula ia sempat mengadopsi seorang putra yang diberi nama Isaiah.

Berupaya lepas dari kecanduan narkoba dan alkohol

Menurut situs musik Billboard, saat ini Chester memang sedang berjuang untuk keluar dari kecanduan akibat penggunaan narkoba dan alkohol. Chester pun pernah mengakui hal tersebut secara terbuka kepada publik.

Kecanduan tersebut didorong oleh perceraian orang tuanya saat ia masih remaja. Ia pernah menggunakan berbagai jenis narkoba seperti ganja, opium, metamphetamine, dan LSD. 

Diduga mengalami kekerasan seksual saat muda

Sebelum perceraian orang tuanya, masa kecil Chester juga dihantui dengan kekerasan seksual yang dialaminya. Dalam sebuah wawancara, Chester mengaku pernah mengalami kekerasan seksual yang dilakukan teman laki-lakinya yang lebih tua saat ia masih berusia 7 tahun.

Karena takut, Chester tidak pernah membicarakan kekerasan yang terjadi pada siapapun dan perilaku keji tersebut berlangsung hingga ia berusia 13 tahun.

Tak hanya bergabung dengan Linkin Park

Dalam karier bermusiknya, Linkin Park memang merupakan band yang tersukses. Namun Chester juga bergabung dengan beberapa grup musik lainnya.

Sebelum Linkin Park lahir, Chester mulai bernyanyi di sebuah band yang bernama Sean Dowdell and His Friends. Band tersebut hanya sempat menelurkan kaset berisi tiga lagu pada 1993.

Setelah kesuksesan Linkin Park, Chester juga sempat bergabung dengan Dead by Sunrise, namun tidak sebagai vokalis melainkan sebagai produser. Band yang beranggotakan Ryan Shuck, Amir Derakh, Anthony Valcic, dan Frank Zummo, tersebut pun sempat merilis album Out of Ashes yang rilis pada tahun 2009.

Pada 2013, Chester juga sempat bergabung dengan Stone Temple Pilots yang baru saja ditinggal vokalisnya Scott Weiland. Chester melakukan debutnya dengan band ini pada Mei 2013 dan sempat mengeluarkan single berjudul Out of Time di tahun yang sama. Namun pada 2015 ia pun mengundurkan diri untuk fokus pada Linkin Park. 

Bersahabat dengan Chris Cornell

Entah kebetulan atau tidak, Chester meninggal dunia tepat di hari ulang tahun almarhum Chris Cornell, vokalis band Soundgarden dan Audioslave, 20 Juli. Chester dan Chris memang diketahui bersahabat baik.

Saat Chester diduga meninggal dunia karena gantung diri, ironisnya, sang sahabat, Chris Cornell juga meninggal dunia setelah menggantung dirinya. Di pemakaman Chris, Chester sempat tampil menyanyikan lagu Hallelujah.

(BACA JUGA: Chris Cornell meninggal dunia karena bunuh diri)

Usai kematian Chris 17 Mei lalu, Chester pun sempat menuliskan surat terbuka yang menunjukkan rasa dukanya ditinggal sang sahabat. “Aku tidak bisa membayangkan dunia tanpamu di dalamnya,” tulis Chris dalam bagian surat terbukanya.

—Rappler.com