Lima provinsi tetapkan status siaga darurat kebakaran hutan

Rappler.com
Lima provinsi tetapkan status siaga darurat kebakaran hutan
Per 25 Juli sudah ada 179 titik hotspot di lima provinsi tersebut

JAKARTA, Indonesia – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut ada lima provinsi yang telah menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan. Kelima provinsi itu yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan.

Keliga provinsi itu diketahui memang langganan dan kerap terjadi kebakaran hutan. Lalu, apa yang dilakukan BNPB? Mereka langsung membentuk satgas terpadu di masing-masing provinsi itu. Total ada lima satgas yang dibentuk yakni satgas darat, udara, pelayanan kesehatan, penegakan hukum dan sosialisasi.

Kepala Data dan Informasi BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan sebelum penetapan status siaga darurat, masing-masing provinsi sudah berupaya melakukan pencegahan. Sayang, hal itu tidak berhasil.

“Sebagian besar penyebab kebakaran hutan dan lahan adalah kesengajaan untuk membuka lahan,” ujar Sutopo melalui keterangan tertulis pada Rabu, 26 Juli.

Berdasarkan pemantauan dari udara, per 25 Juli sudah ada 179 hotspot. Padahal, sehari sebelumnya ada 170 hotspot.

Menurut Sutopo, hal itu dipicu cuaca yang makin kering sehingga hutan dan lahan mudah dibakar. Ia pun mengingatkan jumlah hotpot ini jauh lebih kecil dibandingkan periode yang sama pada tahun 2015 lalu.

BNPB pun mengerahkan 18 helikopter untuk melakukan pemboman air (water bombing). Helicopter itu disebarkan ke lima provinsi tadi, dengan rincian 5 unit dikerahkan di Riau, 5 unit helikopter di Sumatera Selatan, 4 unit di Kalimantan Barat, Jambi 2 unit dan 2 unit helikopter dikirimkan di Aceh.

BNPB juga melakukan operasi hujan buatan di Riau dan Sumatera Selatan. Total 68,4 ton bahan semai Natrium Chloride sudah disebarkan ke dalam awan-awan potensial dengan menggunakan pesawat Casa-212 untuk memicu hujan. Sementara, pemadaman juga dilakukan di darat.

Dari data yang dimiliki BNPB selama 2017, ada 548,72 hektar area hutan dan lahan yang telah terbakar di Riau. Water bombing sudah dilakukan di Provinsi Riau sebanyak 32 kali.

Siswa pingsan

Sementara, pada Selasa kemarin jarak pandang di wilayah Aceh barat menurun secara signifikan akibat kebakaran hutan serta lahan. Bahkan, delapan orang pelajar di Madrasah Tsanawiyah (Mts) Cot Seumeureung pingsan akibat mengalami sesak nafas. Mereka menghirup asap pekat yang mengepung area lingkungan sekolah.

Kedelapan siswa itu dilarikan ke puskesmas untuk menerima perawatan medis.

“Mereka dibawa oleh pihak sekolah karena sesak nafas pada pagi tadi. Setelah kami tangani, beberapa siswa di antaranya bisa langsung pulang. Namun, ada juga yang masih harus dirawat inap,” ujar salah seorang petugas medis di puskesmas, Lola Alfira di Meulaboh pada Rabu, 26 Juli. – dengan laporan ANTARA/Rappler.com

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.