JAKARTA, Indonesia – Milomir Seslija akhirnya ditunjuk sebagai pelatih Persib Bandung menggantikan Djadjang Nurdjaman. Apakah sosok pelatih asal Serbia itu mampu memperbaiki performa Persib yang terjun bebas di Liga 1?
Berikut ini beberapa hal yang wajib kamu ketahui tentang mantan pelatih Arema Cronus dan Persiba Balikpapan tersebut.
1. Sinyal ‘maybe’
‘Nama Milo sudah ramai disebut beberapa saat setelah Djadjang Nurdjaman mengundurkan diri dari kursi kepelatihan Persib Bandung. Apalagi, Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar juga menjagokan kandidat asal Bosnia-Herzegovina itu. Namun, saat sejumlah wartawan mengkonfirmasi soal itu dalam acara technical study group, Milo hanya menjawab “Maybe”.
2. Pelatih tim juru kunci
Entah apa alasan penunjukkan Milo sebagai pelatih Persib. Yang jelas, performa Milo di Liga 1 juga tidak terlalu istimewa. Tim yang dia tangani, Persiba Balikpapan, justru menjadi juru kunci. Hingga pekan ke-17, Persiba kalah 12 kali, seri empat kali, dan hanya sekali menang.
Padahal, Milo didatangkan ke Maung Bandung untuk membawa Persib kembali ke papan atas. Apakah itu akan jadi motivasi tersendiri bagi Milo? Yang jelas, Bobotoh jelas tak ingin nasib Persib bakal seperti Persiba.
3. Spesialis turnamen, bukan liga
Nama Milomir Seslija dalam lima tahun terakhir meroket setelah mampu membawa Arema Cronus menjuarai Piala Bhayangkara. Turnamen “pengisi waktu” sembari menunggu kompetisi resmi di bawah PSSI yang baru.
Di tangannya, Arema berhasil mengandaskan perlawanan Persib di final Piala Bhayangkara 2016 di Gelora Bung Karno dengan skor telak 2-0. Dengan prestasinya tersebut, manajemen Singo Edan lantas menunjuknya untuk mengarungi kompetisi pertama PSSI pasca sanksi, Indonesia Soccer Championship alias ISC A. Hasilnya, Milo—panggilannya—hanya bisa membawa Singo Edan menjadi runner up di bawah Persipura Jayapura yang menjadi juara.
4. Tidak lancar berbahasa Indonesia
Salah satu kendala Milo dalam melatih adalah bahasa. Milo kesulitan berbahasa Indonesia. Akibatnya, komunikasi antara dia dan pemain kerap buntu. Itu pula yang menjadi salah satu penyebab mandeknya prestasi Arema dan kini Persiba Balikpapan yang sampai pekan ke-17 menjadi juru kunci.
5. Dua formasi idola
Kedatangan Milo ke Persib tak bakal membawa banyak perubahan berarti dalam konteks permainan. Sebab, formasi idola Milo dan Persib tak terlalu jauh berbeda. Milo gemar memainkan 4-3-3 atau 4-2-3-1. Kedua formasi itu pernah digunakan Persib.—Rappler.com
There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.