BANDUNG, Indonesia — Dua ekor bayi harimau Benggala itu terlihat lucu dan menggemaskan. Keduanya tampak “grogi” ketika awak media sibuk mengambil gambarnya.
“Sudah yah nanti stress,” kata Josephine, salah seorang dokter hewan di Kebun Binatang Bandung (KBB), sambil mendekap seekor bayi harimau dalam gendongannya.
Kedua bayi harimau itu berumur 39 hari yang dilahirkan dari pasangan harimau Benggala, Sharukh Khan (jantan) dan Syila (betina). Kelahiran anak harimau berjenis kelamin jantan dan betina itu merupakan program breeding loan antara KBB dengan Maharani Zoo Lamongan.
Syila merupakan harimau Benggala koleksi Maharani Zoo yang dipinjamkan ke KBB sejak 3 Maret 2017 untuk dikembangbiakan. Dua bayi harimau itu merupakan persalinan pertama Syila selama di KBB.
Uniknya, kedua bayi harimau itu lahir pada 25 Juli 2017, bertepatan dengan Hari Raya Idul Fiitri. Keduanya terlahir sehat dengan berat badan normal. Berat badan bayi harimau jantan saat ini 4,5 kg, sedangkan yang betina 4,9 kg.
“Pagi-pagi sudah ditemukan lahir tanggal 25 Juni 2017 dan langsung disusui induknya. Itu artinya kalau mau menyusui, sehat kondisinya,” kata Kepala Divisi Konservasi KBB, drh. Dedi Trisasongko kepada, Rabu 2 Agustus 2017.
Harimau Benggala termasuk satwa yang dilindungi karena terancam punah. Populasinya di dunia sekitar 2.100 ekor. Kehadiran dua ekor bayi harimau Benggala di KBB ini memberikan harapan bahwa kepunahannya bisa dicegah.
Di KBB, kedua bayi harimau itu otomatis menambah koleksi satwa di kebun binatang milik Yayasan margasatwa Tamansari itu, menjadi empat ekor Harimau Benggala.
Pihak KBB memberi kesempatan bagi masyarakat yang ingin ikut berperan serta memelihara satwa yang dilindungi itu dengan menjadi orangtua asuh. Orangtua asuh harus siap memenuhi kebutuhan susu dan pakan kedua bayi itu selama setahun.
Selepas air susu ibunya, kedua bayi harimau itu akan mengkonsumsi susu formula yang khusus diimpor dari Australia.
“Tapi orangtua asuh juga mendapat hak eksklusif memberi nama dan mendapat hak kunjungan kepada satwa-satwa itu,” kata Marketing Communication KBB, Sulhan Syafii. Bagi yang berminat dipersilakan untuk mendaftar ke KBB.
“Siapa cepat, dia dapat. Kita gak tunggu banyak, terus seleksi. Kalau sudah ada, kita bikin perjanjian untuk menjadi orangtua asuh selama setahun. Bila masih berminat, bisa diperpanjang,” kata Sulhan.
Selain harimau Benggala, Sulhan mengatakan, KBB juga sudah berhasil mengembangbiakan satwa dilindungi lainnya, seperti Tapir, Binturong, dan Bangau Tongtong. Saat ini, koleksi satwa di KBB berjumlah sekitar 800 ekor satwa dari 102 spesies. —Rappler.com
There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.