Polisi belum keluarkan izin pertandingan Persib VS PS TNI

Yuli Saputra
Polisi belum keluarkan izin pertandingan Persib VS PS TNI

ANTARA

Sanksi yang dikeluarkan oleh PSSI bagi supporter diafsirkan berbeda oleh Persib Bandung

BANDUNG, Indonesia – Sehari jelang laga kandang Persib Bandung kontra PS TNI, kepolisian resort Bandung belum mengeluarkan izin pertandingan. Pasalnya, belum ada kejelasan mengenai bentuk sanksi yang dijatuhkan kepada supporter (Bobotoh) Persib Bandung.

Sanksi itu merupakan buntut dari kericuhan yang terjadi saat laga Persib Bandung melawan Persija Jakarta pada pertengahan bulan lalu. Namun, hingga kini sanksi masih simpang siur.

Jika mengacu pada surat PSSI nomor: 060/L1/SK/KD-PSSI-7-2017, Komisi Disiplin PSSI memberikan hukuman terhadap Persib Bandung dengan melarang supporter memasuki stadion sebanyak 5 kali Pertandingan. Namun, kemudian muncul surat dari Liga Indonesia Baru nomor: 220/LAIN/8/17 yang isinya menyebut “selama masa hukuman dapat dihadiri oleh penonton namun tidak diperbolehkan untuk supporter Persib Bandung yang menggunakan atribut klub Persib Bandung memasuki stadion.”

Ditambah lagi, beredar informasi di media sosial mengenai kontroversi seputar sanksi Komisi Disiplin PSSI untuk Persib Bandung. Sekjen PSSI, Ratu Tisha menyatakan, sanksi menggelar pertandingan kandang tanpa penonton tetap berlaku.

Pernyataan itu bertolak belakang dengan postingan Persib Bandung di media sosial yang menyatakan, panita tetap membuka penjualan tiket untuk penonton yang ingin menyaksikan Persib VS PS TNI di Stadion Jalak Harupat.

Akibat ketidakjelasan sanksi tersebut, polisi menilai bisa menimbulkan penafsiran yang berbeda dan membingungkan masyarakat serta pihak keamanan. Kondisi tersebut bisa memicu kerawanan keamanan pada saat pertandingan berlangsung.

“Sehingga Polres Bandung belum mengeluarkan surat izin rekomendasi pertandingan sebelum adanya kejelasan PSSI tentang hukuman tersebut, apakah supporter boleh memasuki stadion atau tidak. Jadi, kami dalam posisi menunggu keputusan PSSI,” lata Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Yusri Yunus saat dihubungi Rappler pada Kamis malam, 3 Agustus.

Ia mengatakan polisi sudah mengirimkan surat kepada PSSI untuk meminta kejelasan tentang sanksi yang dijatuhkan. Polisi juga mengundang Panpel Persib Bandung serta PSSI untuk memberikan penjelasan mengenai sanksi.

Tidak hanya soal sanksi yang tidak jelas, Polres Bandung juga mempertimbangkan kesiapan Stadion Jalak Harupat sebagai tempat pertandingan. Berdasarkan surat dari Kepala UPT stadion Si Jalak Harupat, stadion berkapasitas 45 ribu penonton itu belum bisa dipakai sampai dengan tanggal 6 Agustus karena dalam tahap pemeliharaan.

Sementara, Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar enggan mengomentari lebih jauh soal ketidakjelasan sanksi bagi klubnya.

“Tanya saja sama Panpel. Masa, semua saya mengurusi,” kata dia. – Rappler.com

BACA JUGA:

 

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.