Resolusi Bobotoh demi sepak bola Indonesia yang damai

Yuli Saputra
Resolusi Bobotoh demi sepak bola Indonesia yang damai
"Mudah-mudahan itikad bersama ini menjadi hal yang positif bagi supporter ke depan, bukan hanya untuk Bobotoh dan The Jakmania saja," kata Asep

BANDUNG, Indonesia – Puluhan Bobotoh (sebutan bagi supporter Persib Bandung) dari Viking Persib Club (VPC), Bombers dan The Bomb se-Jawa Barat berkumpul di Gedung Asprov PSSI, Jalan Lodaya Kota Bandung, Kamis siang, 3 Agustus. Pertemuan itu menghasilkan lima poin resolusi damai dengan seluruh supporter, khususnya The Jakmania (supporter Persija Jakarta).

Berikut lima resolusi damai Bobotoh Persib Bandung;

  • Viking Persib Club, Bomber, dan The Bomb mengajak seluruh anggota dari setiap distrik dan korwil untuk satu tujuan mewujudkan perdamaian dengan kelompok supporter mana pun
  • Viking Persib Club, Bomber, dan The Bomb mengajak seluruh anggota dari setiap distrik dan korwil mendukung Persib dengan menjunjung tinggi nilai sportivitas, artinya tanpa ada lagi kata-kata nyanyian/chain dan aksesoris yang berbau rasis, atau untuk menyudutkan pihak tertentu
  • Viking Persib Club, Bomber dan The Bomb menginstruksikan seluruh anggota dari setiap distrik dan korwil untuk selalu menjaga nilai-nilai kekeluargaan, karena kami kabeh dulur (semua saudara) dan menjaga nama baik Bobotoh Persib dengan suporter yang ada di Indonesia
  • Viking Persib Club, Bomber, dan The Bomb meminta kepada seluruh anggota dari setiap distrik dan korwil untuk saling mengingatkan bilamana ada yang mendukung keluar batas hingga mencederai laga Persib
  • Viking Persib Club, Bomber, dan The Bomb meminta seluruh anggota dari setiap distrik dan korwil untuk menyosialisasikan perdamaian khususnya dengan The Jakmania baik di media sosial maupun lingkungan sosial

Kelima poin resolusi damai itu dibacakan secara bergantian oleh pentolan kelompok supporter Persib Bandung. Pengurus VPC Yana Umar mengatakan perdamaian tersebut mau tidak mau harus dilakukan karena semua aksi kekerasan yang terjadi harus dipertanggungjawabkan baik di dunia maupun di akhirat.

“Karena itu semua saudara-saudara kita, apa dari Bobotoh maupun dari The Jak mungkin saatnya kita berdamai. Hayu (ayo) kita sudahi permusuhan ini,” kata Yana.

Sementara Ketua Bombers, Asep Abdul mengatakan, momen pertemuan itu harus disyukuri karena menghasilkan hal yang positif untuk mengakhiri sebuah konflik yang sangat panjang.

“Kita harus mencintai generasi kita ke depan, jangan sampai kekeliruan ini terulang kembali. Mudah-mudahan itikad bersama ini menjadi hal yang positif bagi supporter ke depan, bukan hanya untuk Bobotoh dan The Jakmania saja, tapi untuk supporter lain. Kita sudahi hal yang tidak baik untuk generasi kita,” kata Asep.

Resolusi damai ini didukung oleh Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar yang hadir di acara tersebut. Umuh berharap perdamaian antara Bobotoh dengan The Jakmania bisa terwujud karena baginya perdamaian itu tidak ternilai harganya.

Umuh mengaku terus berkomunikasi dengan pengurus The Jakmania. Menurutnya, perdamaian ini juga diinginkan oleh supporter tim Macan Kemayoran.

“Dari kemarin kami terus komunikasi. Di sana juga (Jakarta) sama seperti ini (menginginkan perdamaian) segera kita sinkronkan dan atur kapan kita pertemuan dengan The Jak,” ujar Umuh yang juga menjadi pembina Bobotoh ini.

Ada beberapa tempat yang akan dijadikan tempat bertemunya kelompok supporter yang telah sekian lama bermusuhan itu. Namun Umuh berharap, pertemuan itu bisa digelar di tempat yang netral dan dihadiri Presiden Joko “Jokowi” Widodo.

“Saya minta, kalau diizinkan Bapak Presiden, di Istana Bogor, di tengah-tengah dan luas. Dan kalau bapak presiden bisa hadir juga, sangat senang. Kalau enggak pun masih banyak tempat lain, di mana pun. Ya kalau di Istana enak lebih sakral. Kalau enggak nanti mereka (The Jak) kami undang ke sini,” kata Pak Haji, sebutan akrab Umuh.

Tapi Umuh menginginkan agar momen perdamaian ini tidak dimanfaatkan oleh politisi untuk menaikkan pamornya.

“Ini niatan anak-anak, tidak ada campur tangan siapa pun. Jangan masuk ke masalah politik. Kita tidak berpolitik, kita tidak berpartai. Ini pure untuk olahraga. Ini murni dorongan semua supporter,” kata dia.

Keinginan Umuh tersebut memang beralasan. Melihat pengalaman sebelumnya, di mana Bobotoh sering didekati beberapa politisi terutama jelang pemilihan kepala daerah.

Apalagi dalam waktu dekat, Jawa Barat akan menggelar dua pilkada, yakni pemilihan gubernur dan Wali Kota Bandung. Mendekati kelompok supporter dengan jumlah massa jutaan orang tentu akan sangat efektif untuk meningkatkan elektabilitas para calon kepala daerah. – Rappler.com

BACA JUGA:

 

 

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.