JAKARTA, Indonesia — Timor Leste tak bisa dianggap enteng. Mereka tetap bisa menjadi ancaman bagi Indonesia dalam laga ketiga grup B SEA Games 2017 di Stadion Selayang, Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu, 20 Agustus nanti.
Hasil seri atas Thailand dan kemenangan melawan Filipina tetap belum menjamin apa-apa. Jika sampai kehilangan tiga poin, Indonesia bisa kelimpungan karena masih ada dua lawan yang akan dihadapi, yakni Vietnam dan Kamboja.
Tim bekas provinsi Indonesia ke-27 tersebut tak akan menyerah dengan mudah dan diyakini Indonesia bakal mendaptkan perlawanan yang sengit. Melihat track record Timor Leste yang di laga sebelumnya sempat membuat Thailand kesulitan, tim pelatih pun samai harus dua kali memutar video rekaman pertandingan tim Timor Loro Sae itu.
“Kami sudah melakukan dua sesi video, itu untuk berikan gambaran kepada pemain bagaimana kinerja tim Timor Leste saat bertahan dan saat menyerang. Jadi semua pemain harus fokus dan konsentrasi,” kata Luis Milla di hotel timnas.
Dalam permainan, tim pelatih sudah memiliki analisa skema 4-1-4-1 yang diterapkan oleh tim berksotum merah hitama tersebut.
Rappler juga sudah menyaksikan, rekaman permainan Timor Leste yang banyak mengandalkan kombinasi permainan flank diakhiri crossing, maupun direct passing dari belakang langsung ke depan dan mengandalkan satu pemain sebagi tembok untuk berikan umpan pantul.
Karena itulah, Indonesia harus meladeninya dengan permainan cepat, rapat, dengan sentuhan bola pendek yang mengalir dari belakang ke depan.
Taktik ini sudah berhasil di dua laga awal, tapi perlu ada variasi dan kombinasi untuk mencegah gaya permainan bisa diketahui oleh tim lawan. Karena itulah, sesi video dilakukan untuk menemukan celah dan menciptakan strategi alternatif.
“Kami akan main cepat dari awal, jejar gol cepat, dan kami ingin pemain bisa berada di belakang pemain lawan dengan cepat,” imbuhnya.
Makna strategi ini adalah, bagaimana sosok striker saya Indonesia, bisa bermain cepat dan masuk dengan lincah untuk lolos dari jebakan offside. Itu berati, umpan terobosan ataupun kombinasi 1-2 di depan akan banyak diterapkan.
Setidaknya, gol dan peluang Indonesia banyak tercipta dari kerja sama umpan kombinasi ini.
Selain itu, permainan mengandalkan penetrasi dari sektor flank tetap harus terjaga. Hanya untuk permainan bola crossing dari kedua sayap, harus dimaksimal dengan lebih baik.
Rezaldi Hehanusa, fullback kiri Indonesia menyatakan akan lebih keras lagi berusaha untuk memberikan umpan lambung ke kotak penalti.
“Mungkin kamis sudah usahakan crossing ke tengah, tapi mungkin juga striker belum dapat momen yang tepat. Semoga besok saat crossing tepat striker juga mendapat momen yang tepat juga,” terangnya.
Timor Leste tak ingin terbebani
Pelatih Timnas Timor Leste Kim Shin-Hwan tak mau timnya terlalu serius memikirkan soal Indonesia. Di ahanya ingin tim bermain saja dengan serius dan tapi tanpa beban mental sedikit pun.
“Menghadapi Indonesia? Setiap tim mau menang, mereka juga mau menang. Kami ingin serius dalam bermain dan tidak ingin memikirkan kalah atau menang. Main saja yang serius,” kata pelatih asal Korea Selatan itu kepada awak media.
Timor Leste sejauh ini memang mampu tampil dengan grafik menanjak. Sempat dibantai Vietnam 4-1 pada laga pertama, mereka kemudian berhasil menyulitkan Thailand dalam laga kedua meski akhirnya takluk, tapi skornya cukup tipis hanya 1-0.
Hasil itu jelas menjadi warning bagi Indonesia, karena mau tidak mau mereka harus bisa menang untuk terus menempel ketat Vietnam di puncak klasemen dan demi menjaga peluang lolos ke semifinal
Meki demikian, Kim mengakui secara permainan para penggawanya semakin menunjukkan kematangan bermain. Bisa lebih dewasa dalam membawa bola, menciptakan peluang. Hanya kemampuan mengkonversi menjadi gol, belum cukup mumpuni.—Rappler.com
There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.