Gubernur Ganjar: Aksi solidaritas Rohingya tidak akan digelar di Candi Borobudur

Rappler.com
Gubernur Ganjar: Aksi solidaritas Rohingya tidak akan digelar di Candi Borobudur

ANTARA FOTO

Namun, Ketua Presidium Alumni Aksi Bela Islam 212 mengatakan hal sebaliknya. Mereka akan tetap berunjuk rasa di Candi Borobudur

JAKARTA, Indonesia – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menegaskan aksi solidaritas peduki Rohingya tidak akan dilakukan beberapa organisasi masyarakat di Candi Borodubur pada Jumat, 8 September. Aksi hanya boleh dilakukan di Masjid An-Nur yang berjarak sekitar 500 meter dari candi.

Pernyataan Ganjar itu bertentangan dengan kalimat Ketua Presidium Alumni Aksi Bela Islam 212 yang juga anggota Front Pembela Islam (FPI) Slamet Ma’arif. Slamet mengatakan FPI tetap akan menggelar aksi di Candi Borobudur.

Namun, Ganjar kembali menyampaikan hal tersebut tidak akan terjadi. Sebab, ia telah berkoordinasi dengan koordinator lapangan aksi tersebut. Mereka sepakat akan melakukan aksi sejauh 500 meter dari Candi Borodubur.

“Enggak jadi (aksi di Candi Borobudur). Besok, hari Jumat di Masjid An-Nur jadinya, Aturannya kan harus 500 meter dari candi. Bukannya dilarang, tetapi memang aturannya begitu,” kata dia yang ditemui di kawasan Sudirman, Jakarta Selatan pada Kamis, 7 September.

Politisi PDI Perjuangan itu mengatakan kesepakatan tersebut muncul bukan karena didesak. Namun, massa pada akhirnya memutuskan untuk menaati peraturan yang ada di dalam menyampaikan pendapat.

“Kalau mau sampaikan (pendapat) diperkenankan, tapi dengan cara yang lain. Pemerintah sudah bagus kok. Saya kira Indonesia sudah bagus (dalam memberikan bantuan bagi etnis Rohingya),” katanya.

Ganjar berharap karena sudah diizinkan untuk tetap menggelar aksi, acara digelar secara damai dan tidak anarkis.

“Setahu saya di antara mereka sudah siap untuk pindah tempat. Dari FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) juga sudah (menyatakan demikian),” tuturnya.

Slamet sebelumnya mengatakan FPI tetap akan menggelar aksi demonstrasi sebagai bentuk rasa keprihatinan terhadap etnis Rohingya di Candi Borobudur. Ia mengklaim sudah mengantongi izin dari kepolisian, sehingga aksi dapat terealisasi. Slamet juga mengatakan telah berkoordinasi dengan massa agar aksi berjalan dengan damai.

Massa, kata Slamet, akan dimotori FPI asal Klaten.

“Informasi dari teman-teman di daerah, aksi tetap digelar hari Jumat di Borobudur. Silakan umat Islam yang dekat dengan Klaten, Yogyakarta, juga bisa bergabung,” kata Slamet di depan Kedutaan Myanmar pada Rabu kemarin. – Rappler.com

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.