Indonesia

Brunei vs Indonesia: Timnas harus tentukan nasib sendiri

Mahmud Alexander
Brunei vs Indonesia: Timnas harus tentukan nasib sendiri
Indra Sjafri memerintahkan pasukannya untuk fokus. Tak usah memikirkan laga lainnya

JAKARTA, Indonesia – Timnas Indonesia U-19 akan menjalani laga hidup mati di Piala AFF U-18 melawan Brunei Darussalam U-19 di Thuwunna Stadium, Yangon, Myanmar, Rabu, 13 September pukul 15.00 WIB. Peluang menang bagi Indonesia cukup besar, tapi mampukah skuat Garuda Nusantara lolos dari persaingan grup B?

“Indonesia harus menentukan nasibnya sendiri”. Ucapan itu terlontar dari Pelatih Timnas U-19 Indra Sjafri saat dihubungi oleh Rappler pada Rabu pagi, 13 September. Artinya, Indra tak mau pemain-pemainnya memikirkan hasil di laga lain, tapi memilih untuk fokus menjalani pertandingannya untuk bisa lolos. 

Peluang lolos terbuka lebar, andai Indonesia mampu menang dengan skor besar saat menghadapi Brunei. Pasalnya, penentuan lolos dan tidaknya Rachmat Irianto dkk juga ditentukan dengan menunggu hasil di laga lain, yakni antara tuan rumah Myanmar melawan Vietnam.

Sayangnya, ada ketidak fair-an saat laga penentuan grup, dilakukan dengan waktu yang berbeda. I‌ndonesia harus bermain sore, sementara Myanmar-Vietnam bermain malam hari. Tim tuan rumah bsia saja bermain mata untuk lolos, tapi Indonesia bisa membuat kondisi kedua tim semakin sulit, andai mampu menang dengan skor superbesar, misalnya dengan 9-0 atau bahkan 10-0.

Memang, itu bukan perkara mudah karena semua tim pasti sudah saling mengetahui kekuatan masing-masing. Apalagi kalau Brunei menerapkan permainan layaknya Vietnam yang menerapkan pressing ketat dan tertutup, maka bisa dipastikan laga akan menjadi berat bagi para punggawa Indonesia. 

Satu-satunya cara, adalah terus mencetak gol demi gol, dan mencetak gol cepat untuk meruntuhkan mental pemain lawan. Namun, sebelum melihat ke arah sana, Indonesia harus terlebih dulu menata niat dan menguatkan mental pemainnya. Perasaan tertekan dan dikejar keharusan mencetak gol banyak, harus dibuang terlebih dulu.

“Saya tidak ingin para pemain di lapangan terkesan dikejar-kejar mencetak banyak gol. Bagi saya itu tidak perlu, bermain saja yang baik. Jangan bikin kesalahan,” kata Indra. 

Di sisi lain, pelatih Brunei Fujiwara Takao telah meminta maaf kepada fans Brunei. Dia berjanji, selama ini Brunei yang kerap menjadi bulan-bulanan tim lawan, harus diminimalisasi. 

“Kami bertekad tidak ingin lagi menjadi bulan-bulanan gol lawan. Saya minta maaf. Tapi kami tetap berusaha memberi yang terbaik,” ujar Fujiwara menegaskan.

Total attack

Melihat skema Sang Garuda yang diusung oleh pelatih Indra Sjafri, permainan itu sejatinya sudah cukup ideal untuk bermain menyerang. Sayang, di lini depan, banyak peluang yang didapatkan gagal menjadi gol karena miskinnya pemain bertipikal goal getter.

Untuk menutupi kekurangan itu, tak ada salahnya Indra memainkan formasi 4-1-3-1-1 dengan mengubah komposisi pemainnya dan dibuat sedikit lebih maju. Dengan kata lain, menempatkan empat bek sejajar dan semuanya bertipikal bertahan, kemudian menempatkan gelandang enerjik di jangkar dan menempatkan lima pemain sisa adalah pemain yang memang memiliki tipikal striker. 

Dua pemain di formasi 1-1 di depan, diisi oleh dua penyerang M Rafli dan Hansi Saghara yang bisa turut memberikan tekanan lebih ke pertahanan Brunei. Dengan postur keduanya, permainan bola lambung diakhiri sundulan, kemungkinan besar bisa didapatkan. 

Di sayap, Saddil dan Egy Maulana Vikri memang cukup berpengaruh dan keduanya memiliki kemampuan crossing yang bagus, diskong oleh M Iqbal yang bisa membagi bola dengan baik. Kalau mau lebih menekan, Feby Eka Putra bisa dimainkan bersama, dengan menempatkan M Iqbal sebagai jangkar. 

Konsekuensi, serangan akan sporadis, namun di tengah Indonesia sedikit kalah. Tapi, sampai di belakang, para pemain belakang bisa langsung melepaskan umpan panajang ke depan, saat terkena serangan balik. –Rappler.com 

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.