Ridwan Kamil: Saya belum terima dukungan Golkar

Yuli Saputra
Ridwan Kamil: Saya belum terima dukungan Golkar
Surat dukungan Golkar beredar di media sosial, tetapi tanpa tanggal dan nomor

 

BANDUNG, Indonesia – Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengaku belum menerima surat dukungan Partai Golkar untuk pencalonan sebagai gubernur Jawa Barat dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) pada 2018.

Faktanya, saya belum menerima apapun suratnya.  Jadi saya belum bisa mengonfirmasi kebenarannya.  Ini masih katanya.  Dan karena sumber pemberinya DPP Golkar jadi konfirmasinya ke pemberi surat bukan penerima surat.  Kalau konfirmasinya ke penerima surat, saya nyatakan saya belum menerima.  Saya juga sama seperti media, dapat kabarnya via smartphone,” ujar Kang Emil, panggilan akrab Ridwan Kamil, di Pendopo Kota Bandung, pada Jumat, 22 September 2017. 

Surat dukungan Partai Golkar terhadap Ridwan Kamil di Pilkada Jawa Barat beredar di media sosial. Surat itu ditandatangan oleh Ketua Umum Golkar Setya Novanto yang saat ini sedang terbaring sakit. Sekjen Golkar Idrus Marham juga menandatangani surat yang diklasifikasikan rahasia itu.

Anehnya, belum dicantumkan tanggal dan nomor dalam surat yang berkop lambang Partai Golkar itu.  Di bagian atas surat tersebut, hanya dicantumkan klasifikasi surat, perihal, dan penerima surat, yakni Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat.

Sementara di bagian isi, dinyatakan dukungan Partai Golkar terhadap Ridwan Kamil sebagai calon Gubernur di Pilkada Jawa Barat berpasangan dengan Daniel Mutaqien Syafiuddin sebagai calon wakil gubernur.  Daniel adalah anak kedua Irianto MS Syafiuddin atau Yance, Ketua DPD Partai Golkar periode 2009-2016.

Dalam surat itu, dituliskan juga dukungan tersebut merupakan hasil rapat Tim Pilkada Pusat Partai Golkar yang dilaksanakan pada 1 Juli 2017, 1 Agustus 2017, dan 4 September 2017.  Rapat itu dihadiri unsur pimpinan DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat.

“Keputusan ini bersifat final dan mengikat bagi seluruh jajaran pengurus/fungsionaris/kader dan anggota Partai Golkar,” kata surat itu.

Kang Emil meminta wartawan mengonfirmasi langsung ke DPP Partai Golkar.  Dia mengaku tidak bisa memberikan pernyataan apapun sebab surat itu belum  diterimanya.  Ia mengetahui surat tersebut dari pesan yang beredar di ponsel. 

Emil tidak memungkiri pihaknya melakukan komunikasi dengan Partai Golkar, termasuk dengan Setya Novanto, untuk meminta dukungan dari partai berlambang pohon beringin itu.  Namun hingga kini, dirinya belum menerima secara resmi pernyataan dukungan dari Partai Golkar. 

Dengan beredarnya surat dukungan itu, Emil menyatakan tidak mau geer, sebelum secara sah didukung Partai Golkar.  Menurutnya, bisa saja surat itu hoax.

“Bisa juga hoax karena kalau saya melihat tanggalnya belum ada, dan lain sebagainya, nomor suratnya juga belum ada,” ujar Emil.

Emil mengungkapkan intensitas komunikasi dengan Partai Golkar sama dengan partai politik lain yang didekatinya.  Namun sejauh ini, kata Emil, peluang dukungan dari Golkar masih fifty-fifty.  Dukungan partai berwarna kuning ini tentu sangat diharapkan Emil.  Dengan 17 kursi di DPRD Jabar, dukungan Golkar akan menutup jumlah kekurangan kursi dukungan terhadap pencalonan Emil yang membutuhkan minimal 8 kursi dukungan lagi.

“Betul yang namanya pilkada pasti menginginkan partai mendukung.  Tapi setelah itu kita enggak bisa maksa.  Jadi berita hari ini bagi saya tetap fifty-fifty karena tidak ada kabarkan ke saya, tidak ada yang mengirimkan (surat), tidak terima suratnya.  Untuk menjawab hal-hal ini saya khawatir jatuh pada kategori informasi yang belum diyakini kebenarannya,” kata Emil.

Rumor tentang dukungan Partai Golkar memang sempat muncul beberapa kali.  Kabar Golkar akan mencalonkan kadernya sendiri, Dedi Mulyadi, juga sempat muncul. Dalam sejumlah survei, nama Bupati Purwakarta itu sempat diperhitungkan untuk bertarung di kancah pemilihan gubernur Jawa Barat. – Rappler.com.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.