Mensos: Pembagian tugas dan peran bisa jadi terapi bagi pengungsi

Bram Setiawan
Mensos: Pembagian tugas dan peran bisa jadi terapi bagi pengungsi
Total pengungsi bencana Gunung Agung saat ini mencapai 134.229 orang dan tersebar di 484 titik

KLUNGKUNG, Indonesia – Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengunjungi para pengungsi bencana Gunung Agung di Lapangan Tembak, Desa Paksebali, Kecamatan Dawan, Klungkung. Kepada para pengungsi, Khofifah meminta agar dilakukan repeat assignment atau pembagian tugas dan peran di tempat pengungsian.

“Lansia, disabilitas, ibu hamil dan anak-anak. Mereka akan terkonsentrasi di titik-titik (pengungsian) terbesar,” ujar Khofifah pada Rabu, 27 September.

Pembagian tugas ini harus dilakukan berkesinambungan agar para pengungsi merasa betah kendati lokasi pengungsi serba terbatas.

“Suasana nyaman akan tercipta, kalau logistik bisa terkoordinasi dengan baik kemudian melibatkan yang mengungsi, suasana terbangun ceria,” kata dia.

Ia juga menilai pemberian mainan untuk anak-anak di tempat pengungsian penting. Menurut Khofifah diperlukan mainan yang bisa digunakan bersama. Saat berkunjung, Khofifah membagikan berbagai jenis bola.

“Anak-anak bisa bermain ramai-ramai, jadi mainan yang tidak personal di tempat pengungsian,” tutur dia.

Gelombang pengungsi yang menjauh dari kawasan rawan bencana Gunung Agung terus melonjak. Data yang dihimpun per Kamis sore, 28 September jumlah pengungsi mencapai 134.229 orang. Mereka tersebar di 484 titik pengungsian yang ada di 9 kabupaten/kota di Bali.

Membludaknya jumlah pengungsi disebabkan masyarakat yang tinggal di luar radius berbahaya pun ikut mengungsi.

“Sesungguhnya mereka tinggal di tempat yang aman. Namun karena sulitnya memahami dan mengetahui batas radius berbahaya di lapangan menyebabkan masyarakat ikut mengungsi,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB, Sutopo Purwo Nugroho melalui keterangan tertulis.

Aktivitas vulkanik Gunung Agung, kata Sutopo, masih tinggi. Tingginya gempa vulkanik menunjukkan masih berlangsungnya dorongan magma ke permukaan.

“Dari pengamatan visual memang belum menunjukkan adanya erupsi. Namun, tidak dapat diprediksi pasti kapan Gunung Agung akan meletus. Hingga saat ini, status gunung masih tetap awas,” katanya. – Rappler.com

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.