Warga Bandung antusias manfaatkan program curhat ke ‘Kekasih’

Yuli Saputra
Warga Bandung antusias manfaatkan program curhat ke ‘Kekasih’
Layanan mobil 'Kekasih Juara' baru tersedia pada hari Minggu, sekali dalam dua pekan pukul 07:00 - 10:00 WIB

BANDUNG, Indonesia – Seorang perempuan bergegas mendatangi mobil bertuliskan ‘Kekasih Juara’ yang terparkir di Taman Sejarah Jalan Aceh Kota Bandung pada Ahad, 1 Oktober. 

“Saya mau…,” kata perempuan itu tak sanggup menyelesaikan kalimatnya karena keburu menangis.

Seorang konselor ‘Kekasih Juara’ segera mendekati perempuan tersebut dan mengajaknya duduk di tempat yang lebih tenang. Si perempuan yang mengenakan rompi biru itu langsung mencurahkan isi hatinya.

Pemandangan di Taman Sejarah hari itu memang sedikit berbeda.Tidak hanya ramai oleh kegiatan liburan akhir pekan, tapi juga ada beberapa warga Bandung yang sedang melakukan sesi konseling di tenda-tenda berwarna pink. Warna itu senada dengan warna mobil ‘Kekasih Juara’. 

‘Kekasih Juara’ adalah program layanan konseling yang diluncurkan Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil pada Kamis 28 September. ‘Kekasih’ merupakan singkatan dari Kendaraan Konseling Silih Asih. Program ini merupakan bentuk tanggung jawab Pemerintah Kota Bandung untuk menyehatkan jiwa warganya.

“Pembangunan itu harus seimbang fisik dan mental. Di lagu Indonesia Raya sering kita diingatkan, bangunlah jiwanya, bangunlah raganya. Kalau pikirannya sehat kuat, badannya juga ikut sehat kuat. Kami ingin warga Bandung ini bahagia,” ujar Ridwan saat peresmian Kekasih Juara di Taman Cikapayang Dago pada pekan lalu.

Program ini bisa diakses oleh warga Bandung pada 1 Oktober mulai pukul 07.00-10.00 WIB di Taman Sejarah dan Taman Cikapayang Dago.

Meski baru pertama kali dibuka, namun animo masyarakat terbilang tinggi. Tercatat sebanyak 40 warga yang memanfaatkan layanan konseling gratis itu di Taman Sejarah. Beberapa orang konselor disiagakan untuk melayani curhatan warga yang datang. Ada empat tenda yang disediakan dengan kondisi yang cukup nyaman.

“Hari ini baru dibuka, tapi banyak klien yang datang dengan bermacam-macam kasus,” kata Aah Siti Ahadiat, salah seorang konselor saat ditemui Rappler.

Aah menjadi konselor bagi warga yang ingin curhat masalah agama. Konselor berusia 76 tahun ini juga ditemani Listianingati seorang konselor dengan latar belakang Psikologi Klinis Anak.

“Tadi banyak juga orang tua yang konsultasi soal perkembangan anaknya,” ujar Listianingati.

Menu konseling yang disiapkan memang beragam. Dari mulai kesulitan mencari jurusan di sekolah, kekerasan dalam rumah tangga, kesulitan memberikan ASI (Air Susu Ibu), hingga mengatasi ketergantungan merokok. 

“Nanti klien yang konsul ke sini ada tindak lanjutnya juga. Misalnya dokter psikiatri, ternyata klien yang konsul akar masalah kejiwaannya ternyata masalah kulit, nanti ditindaklanjuti ke dokter kulit. Psikolog juga sama, kalau masalahnya perlu penanganan khusus, nanti diarahkan ke psikolog khusus juga,” kata dia.

Ke depannya, Listianingati menuturkan, bakal ada pengembangan tempat konsultasi ‘Kekasih Juara.’ Bagi warga yang ingin terjaga privasinya saat curhat, akan disediakan tempat khusus.

Namun Aah memastikan, setiap masalah klien akan dijaga kerahasiannya, walaupun mereka curhat di tenda yang terbuka.

“Tapi tetap, walaupun terbuka gini, kita juga enggak teriak-teriak dan tetap djaga kerahasiaannya,” ujar Aah.

Program ini menarik perhatian Tjutju Sukaesih, ibunda Ridwan Kamil, yang menyempatkan diri mengunjungi tenda ‘Kekasih Juara.’ Sebagai warga Bandung, Tjutju berharap program ini bisa terus berlanjut.

“Semua program bagus tapi pelaksanaannya masing-masing sesuai dengan profesi dan keahliannya dan kontinyu.  Jadi apa yang digagas, yang menindaklanjutinya bagian yang sesuai dengan bidangnya,” kata perempuan yang biasa disapa Maci ini. 

Layanan konseling ‘Kekasih Juara’ ini baru bisa melayani warga satu kali dalam dua minggu dan dibuka setiap hari Minggu karena keterbatasan personilnya. Tapi Ridwan menjanjikan jumlah kendaraan dan personil akan ditambah hingga empat kali lipatnya di anggaran perubahan. – Rappler.com

 

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.