Gubernur Pastika minta negara asing cabut travel warning ke Bali

Bram Setiawan
Selama ini sudah ada lima negara yang memberlakukan travel warning bagi warganya ke Bali

TRAVEL WARNING. Gubernur Bali Made Mangku Pastika meminta agar travel warning yang diterapkan negara asing dicabut. Foto oleh Bram Setiawan/Rappler

DENPASAR, Indonesia – Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengadakan pertemuan dengan seluruh konsulat jenderal dan membahas aktivitas terkini Gunung Agung. Pastika mengundang 35 konsulat jenderal, namun dua di antara mereka yakni Brasil dan Sri Lanka absen.

Di hadapan puluhan konsulat jenderal, Pastika meminta agar travel warning yang sempat diberlakukan pemerintah masing-masing agar dicabut. Ada lima negara yang selama ini sudah mengeluarkan travel warning yaitu Australia, Amerika Serikat Serikat, Singapura, Selandia Baru, dan Inggris.

Ia memastikan sejauh ini kondisi Bali masih aman untuk dikunjungi. Sehingga, travel warning itu tidak sesuai.

“Seandainya pun terjadi letusan, maka manajemen pengendalian bencana kami, sudah dipersiapkan sebaik-baiknya. Alat deteksi dini sudah sangat canggih,” kata Pastika ketika menggelar rapat kemarin.

Sejauh ini, Pemerintah Indonesia memprediksi ada sekitar 20 persen turis mancanegara yang membatalkan kunjungan mereka ke Pulau Dewata. Berdasarkan data dari Menteri Pariwisata Arief Yahya, ada 15 ribu wisatawan mancanegara dan 25 ribu wisatawan nusantara dalam sehari yang berkunjung ke Pulau Bali.

“Sudan ada yang cancel, jumlah persisnya belum ada yang tahu. Tapi, kira-kira 20 hingga 30 persen,” kata Arif di kantor Kementerian Pariwisata pada Rabu kemarin seperti dikutip media.

Sembahyang di Pura Besakih

SEMBAHYANG. Sejumlah Umat Hindu melakukan persembahyangan bersama terkait peningkatan aktivitas Gunung Agung di Pura Besakih, Kabupaten Karangasem, Bali, Rabu, 20 September. Foto oleh Wira Suryantala/ANTARA

Sementara, di saat kondisi Gunung Agung masih berstatus awas, Pemda Bali menggelar persembahyangan di Pura Besakih pada hari ini. Gubernur Pastika dijadwalkan akan ikut berdoa bersama warga Bali. Hari ini juga diperingati Purnama Sasih Kapat di Pura Besakih, Karangasem.

Padahal, Pura Besakih masuk kawasan rawan bencana (KRB) Gunung Agung. Area itu sudah ditutup untuk dikunjungi wisatawan sejak 23 September lalu.

“Mudah-mudahan rakyat kita tetap aman dan sejahtera,” kata dia.

Persembahyangan direncanakan sudah dilakukan sejak pukul 12:00 WITA. Pastika juga akan memastikan kondisi Gunung Agung sesuai pantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

“Bagaimana pun kita harus percaya hitung-hitungan orang-orang yang ilmiah itu,” kata dia.

Kendati Pura Besakih digunakan hari ini untuk aktivitas sembahyang bersama, tetapi bukan berarti Pura itu sudah dapat dikunjungi wisatawan.

“Tidak (bisa), kita kan melihat situasinya (status awas),” kata Kepala Dinas Pariwisata Bali Anak Agung Gede Yuniartha Putra.

Yuniartha menjelaskan selain Pura Besakih, tempat wisata Tulamben juga dalam kawasan rawan bencana yang tidak aman dikunjungi. Ia tidak menampik bahwa turis yang berkunjung ke Karangasem mulai mengalami penyusutan.

“Kalau sekarang menceritakan Karangasem baik itu kan enggak benar, (apalagi) dalam kondisi darurat seperti itu,” ujarnya. – Rappler.com