Menpar: 100 ribu turis batalkan kunjungan ke Bali karena isu Gunung Agung

Bram Setiawan
Padahal, per hari masing-masing turis asing membelanjakan dana US$ 150

TINJAU POSKO. Menteri Pariwisata Arief Yahya meninjau kondisi di Posko Utama Tanah Ampo pada Kamis, 5 Oktober. Foto oleh Bram Setiawan/Rappler

KARANGASEM, Indonesia – Menteri Pariwisata Arief Yahya menegaskan bahwa Pulau Bali tetap aman dikunjungi wisatawan, kendati saat ini Gunung Agung tengah berstatus awas atau mencapai level IV. Lagipula, area yang terdampak perubahans status Gunung Agung tidak jauh.

“(Wisatawan) tetap boleh ke Bali. Daerah yang tidak aman juga hanya sedikit, hanya radius 9-12 kilometer (dari kawasan Gunung Agung),” kata Arief saat berkunjung ke posko utama di Tanah Ampo, Karangasem pada Kamis, 5 Oktober.

Kendati begitu, dalam catatan Kementerian Pariwisata ada 20 persen pembatalan turis mancanegara ke Bali terkait aktivitas Gunung Agung. Ia menjelaskan, rata-rata dalam satu bulan ada 500 ribu turis mancanegara yang berlibur ke Bali.

“Jadi, yang terkena dampak (akibat aktivitas Gunung Agung) ada sekitar 100 ribu orang,” kata dia.

Potensi ekonomi yang dibawa masuk oleh para turis itu, kata Arief memang tidak sedikit. Dalam hitung-hitungannya satu turis rata-rata membelanjakan dana sekitar US$ 1.200 per kunjungan. Turis itu per hari masing-masing menghabiskan sekitar US$ 150.

“Mereka rata-rata tinggal di Bali selama 8 hari. Jadi, kalikan saja 150 dengan 8,” tutur dia.

Jika dijumlahkan maka per turis menghabiskan sekitar Rp 15 juta selama mereka tinggal di Bali. Maka, tidak heran jika Pemerintah Indonesia cukup khawatir dengan nominal potensi pariwisata yang hilang akibat aktivitas Gunung Agung.

Untuk itu, Arief tidak henti menyampaikan ke dunia internasional, walaupun status Gunung Agung masih mencapai level IV, tetapi itu tidak berpengaruh kepada Indonesia secara keseluruhan. Lagipula, wisatawan mancanegara masih dapat mengunjungi daerah lainnya di Tanah Air.

“Solusinya, kemungkinan kami akan menarik wisatawan ke daerah lainnya, misalnya ke Manado yang sudah mulai populer. Atau ke Jakarta dan Pulau Batam,” tutur dia.

Sementara, Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumantri mengatakan pengembangan potensi pariwisata tidak terkena pengaruhnya dengan aktivitas Gunung Agung.

“Sesungguhnya ikon-ikon pariwisata kami tidak banyak juga yang kena, seperti Taman Ujung, tamu masih ada di sana,” kata dia.

Sebelumnya, Gubernur Bali I Made Mangku Pastika mengumpulkan puluhan konsulat jenderal negara asing pada Rabu kemarin untuk berdialog. Pastika berharap negara-negara yang memberlakukan travel warning bagi warganya ke Pulau Dewata, agar dicabut. (BACA: Gubernur Pastika minta negara asing cabut travel warning ke Bali)

Ia meyakinkan jika kondisi Pulau Bali hingga saat ini masih aman. Bahkan, seandainya Gunung Agung mengalami erupsi, mereka sudah memiliki kontigensi penanggungan bencana yang mumpuni. – Rappler.com