Indonesia U-19 vs Thailand U-19: Antara balas dendam dan adu gengsi

Mahmud Alexander
Berbeda dengan Kamboja, lawan Garuda Nusantara kali ini adalah musuh lama di Piala AFF U-18 lalu

WASPADA. Timnas U-18 mengaku akan waspada terhadap tim Myanmar karena mereka tidak ingin dikalahkan dua kali oleh tim yang sama. Foto diambil dari akun @pssi_fai

JAKARTA, Indonesia – Timnas Indonesia U-19 akan melanjutkan masa persiapan menuju kualifikasi Piala Asia U-19 di Korea Selatan pada akhir Oktober nanti. Masa uji coba sebelum persiapan akhir ke kompetisi dijalani oleh skuat Garuda Nusantara dengan kategori lawan-lawan yang sepadan. Salah satunya adalah Thailand U-19.

Tim junior Negeri Gajah Putih tersebut akan menjadi lawan berat bagi Indonesia. Berat bukan saja karena Thailand juara Piala AFF U-18 September lalu di Myanmar. Tapi juga kualitas yang mereka miliki. Mereka sempat menaklukkan Indonesia U-19 lewat adu penalti di AFF U-18 lalu.

Indonesia U-19 dan Thailand U-19 akan saling berhadapan di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Minggu, 8 Oktober. Menghadapi Thailand bagi Indra adalah laga yang penting. Itu karena Indonesia sejauh ini belum mendapatkan lawan sepadan selepas tampil di AFF U-18 lalu. 

Laga uji coba kontra Kamboja pada Rabu, 4 Oktober lalu, memang tak bisa menunjukkan performa terbaik skuat Garuda Nusantara. Sebab, level lawan masih di bawah Indonesia.  

Kali ini, pelatih timnas U-19 Indra Sjafri mengaku bisa mendapatkan lawan yang sepadan, yakni Timnas Thailand. Menghadapi tim yang secara kualits jauh di atas Kamboja, baginya cukup menguntungkan untuk Rachmat Irianto dkk yang akan menjalani laga di Korsel. 

“Pertandingan nanti menjadi catatan untuk meningkatkan kemampuan tim. Pertandingan dan drama menghadapi tim sekelas Thailand sangat kami butuhkan,” katanya.

Thailand yang dipuji oleh Indra ternyata juga menyatakan hal yang tak berbeda jauh. Marc Alavedra Palacio, pelatih Timnas Thailand U-19, mengakui bahwa secara performa Indonesia memang layak diacungi jempol. Dia juga senang, karena Thailand mendapatkan lawan yang berkualitas. 

“Kami senang karena mendapatkan lawan yang kuat. Bagi saya Indonesia adalah tim yang kuat. Ini bagus untuk kami melakukan evaluasi pemain, karena kami juga ingin melihat siapa yang bisa bertahan dan tidak di tim ini,” tegasnya.

Thailand sendiri juga dijadwalkan beberapa hari kemudian akan menghadapi Borneo FC U-19. Pelatih asal Spanyol itu memastikan, bahwa banyaknya pemain baru yang dibawa, akan memberikan warna berbeda di tim Gajah Putih Muda. 

“Saya bawa 23 pemain yang 15 di antaranya pemain baru. Saya percaya mereka bisa menunjukkan kapasitasnya sebagai satu kesatuan tim,” kata Palacios.

Antara balas dendam dan adu gengsi 

Striker timnas U-19 Hanis Saghara Putra juga menegaskan bahwa kesempatan menghadapi Thailand tidak akan disia-siakan oleh dirinya dan rekan-rekannya yang lain. Dia mengakui, laga nanti memang bukan sekadar uji coba, tetapi juga ada harkat Indoneisa yang harus dijaga saat bermain di dalam negeri.

Selain itu, dia juga menyebut memori kelam saat Thailand mengubur ambisi skuat Garuda Nusantara untuk menjadi juara di Piala AFF U-18 tak bisa dihilangkan begitu saja. 

“Kami juga ingin membalas kekalahan di AFF kemarin. Kami yakin main di Indonesia akan berbeda. Kami juga tak mau malu di hadapan pendukung sendiri,” katanya.

 Di sisi lain, kiper Thailand Kantaphat Manpati yang menjadi pahlawan Thailand U-19 di AFF lalu bertekad untuk menjaga gawangnya bersih dan tak kebobolan oleh pemain Indonesia. Dia yakin, rekan-rekannya meski banyak yang berubah kali ini di dalam tim, tetap akan memberikan penampilan terbaik. 

“Kami punya motivasi di sini. Setiap pemain dituntut untuk memberikan yang terbaik agar bertahan di tim. Kami pasti berikan yang terbaik di laga ini,” tandasnya. 

Perkiraan susunan pemain

Indonesia U-19 (4-1-3-1-1)

Aqil Savik (gk);

Rifad Marasabessy, Nurhidayat Haris, Rachmat Irianto, Samuel Christiantion;

Asnawi Mangkualam;

M Iqbal, Witan Sulaiman, Luthfi Kamal;

Egy Maulana Vikri;

Hanis Saghara 

Thailand U-19 (3-4-3)

Kantaphat Manpati (gk);

Wudichai Kumkeam, Nakin Wisetchat, Peerapat Jampakaew;

Chaiwat Weerakijphanich, Narakorn Noomchansakool, Nattawut Chootiwat, Surabadee Ratjarean;

Robin Kjell Holm, Nithi Sirichan, Suphachai Nuthong. – Rappler.com