SADIS: Nenek tiri celupkan wajah cucunya ke wajan

Yuli Saputra
Akibat perbuatan sadis ini, wajah bocah perempuan 11 tahun itu melepuh

RH (11 tahun) menjadi korban kesadisan nenek tirinya. Wajahnya dicelupkan ke wajan berisi minyak panas yang membutnya harus menjalani operasi. Foto oleh Yuli Saputra/Rappler

BANDUNG, Indonesia — Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dengan korban anak kembali terjadi.  Kali ini dilakukan oleh seorang nenek bernama Kosiah kepada cucunya, RH, yang masih berusia 11 tahun.  

Kosiah yang merupakan nenek tiri RH itu tega mencelupkan wajah cucunya ke wajan yang berisi minyak goreng panas pada Jumat 29 September 2017.  

Akibatnya perbuatan sadisnya itu, muka RH itu melepuh dan mengalami luka bakar yang cukup parah.   RH pun harus menjalani operasi untuk menyembuhkan lukanya itu. Sudah sepekan ini, RH menjalani perawatan di RS Hasan Sadikin Bandung.

Saat ditemui di ruang perawatan anak, RH menuturkan, nenek tirinya itu sering memarahi dirinya, bahkan kerap memukulinya.

“Iya, suka dipukul sama nenek,” kata RH lirih dengan perban yang menutupi sebagian besar wajahnya, Selasa 10 Oktober 2017.

Sejak ibunya menjadi TKI di Arab Saudi, RH memang tinggal bersama nenek tirinya di Kampung Celak, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Menurut tetangga, nenek Kosiah dikenal pemarah dan sering memukuli RH.

“Pendiam anak saya.  Tetangga bilang sering dipukul, sekolah juga jarang karena sering disuruh membantu nenek tirinya,” ungkap Kusdian. 

Kepada Kusdian, RH menceritakan peristiwa yang dialaminya.  Kejadian itu berawal saat RH disuruh neneknya menggoreng rangginang.  

Namun karena pusing, RH meminta beristirahat dan kemudian mematikan kompornya.  Hal itu memicu kemarahan Kosiah. 

Nenek berusia 69 tahun itu kemudian menjambak rambut RH dan mencelupkan wajah anak itu ke minyak panas bekas menggoreng rangginang.

“Anak saya gak inget apa-apa, inget-inget di kasur.  Setelah di kasur, pertolongan pertama sama uwanya dibawa ke rumah sakit Gunung Halu, cuma dikasih obat salep.  Kata dokter gak apa-apa,” kata Kusdian.

Kusdian yang tinggal terpisah dengan RH baru mendapat kabar mengenai kondisi anaknya itu esok harinya.  Saat melihat kondisi RH, Kusdian mengaku menangis karena sedih melihat wajah anaknya yang melepuh.  

Dari mulut anaknya, pria 42 tahun itu mengetahui kejadiannya.  Namun, cerita berbeda disampaikan oleh Kosiah.

“Versi nenek tirinya, susruknya (spatula) jatuh, wajannya kebalik (sehingga) minyaknya tumpah ke bawah berserakan.  Si anak pingsan, kena minyaknya,” tutur Kusdian.

Melihat kondisi RH yang cukup parah, Kusdian membawa RH ke RS Pindad yang kemudian merujuknya ke RS Hasan Sadikin.

Dengan dukungan warga sekitar, Kusdian melaporkan Kosiah ke Polsek Gunung Halu.  Kusdian bersyukur kasus itu telah diproses oleh aparat kepolisian setempat.  

Saat ini, Kusdian akan fokus pada kesembuhan RH yang kondisinya sudah mulai membaik.  Rencananya, RH akan kembali menjalani operasi kedua dalam waktu dekat ini.  —Rappler.com