Hasil revitalisasi, pengurus Golkar kini lebih ‘gemuk’

Rosa Cindy
Jumlah pengurus partai yang dulu berjumlah 279 orang , kini menjadi 301 orang

Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham bersama sejumlah petinggi partai saat menggelar jumpa pers di sela rapat pleno di Jakarta, Rabu (11/10). Foto oleh Rosa Cindy/Rappler

JAKARTA, Indonesia — Sepulang dari rumah sakit, Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto langsung melakukan sejumlah perombakan di tubuh Partai Beringin. 

Kemarin, Setya Novanto memimpin rapat pleno partainya di Kantor Dewan Pimpinan Partai Golkar di Jakarta. Sejumlah hal dibahas, termasuk revitalisasi pengurus.

Salah satu petinggi Golkar yang ‘terkena’ revitalisasi adalah Ketua Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Yorrys Raweyai. Posisi Yorrys digantikan oleh Letnan Jenderal (Purn) Eko Wiratmoko.

Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham mengatakan pergantian Yorrys hanya sau dari sekian banyak pergantian yang dilakukan terhadap pengurus.      

“Keputusan ini dilakukan Novanto sebagai bentuk pelaksanaan mandat dari Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) dua bulan lalu di Balikpapan, Kalimantan,” kata Idrus Marham, Rabu 11 Oktober 2017.

Sementara Ketua Bidang Organisasi Freddy Latuhamina mengatakan pergeseran para pengurus itu berdasarkan sejumlah pertimbangan, seperti pindah partai, tidak aktif selama tiga bulan berturut-turut, direposisi, serta pernah mendapat teguran namun tetap mengulanginya. 

Meski demikian, Freddy tidak menyebutkan alasan pergantian Yorrys secara spesifik. “Dari poin itu, silakan Anda menilai. Itu kriteria yang digunakan ketua umum untuk merevitalisasi yang diamanatkan Rapimnas,” kata Freddy.

Sementara itu Eko Wiratmoko yang menggantikan posisi Yorrys mengatakan dirinya tidak mendapatkan informasi seputar pemecatan Yorrys dan pengangkatan dirinya. 

Ia juga mengatakan dirinya tidak pernah dihubungi oleh Novanto maupun pimpinan Golkar lainnya. Ia justru mengetahui pemecatan Yorrys pertama kali dari berita media.

Bahkan, Eko melanjutkan, dirinya baru mendapat undangan untuk mengikuti rapat pleno melalui pesan singkat. “Ya ini kepercayaan. Harus dilaksanakan dengan baik. Itu saja,” katanya.

Lebih gemuk

Selain pergantian dan pergeseran, revitalisasi juga menghasilkan penambahan jumlah pengurus, dari 279 orang menjadi 301 orang.  

Idrus Marham berharap perombakan yang dilakukan partainya bisa membantu Golkar mencapai target politik mereka pada Pilkada 2018 dan Pemilu 2019. 

Untuk itu, Idrus melanjutkan, dibutuhkan solidaritas para pengurus dan kader partai. Apalagi, kepengurusan Setya Novanto akan berakhir dalam satu setengah tahun ke depan.

“Kekuatan Golkar adalah sistem. Sistem ini berjalan apabila taat asas, solid, ada kebersamaan dan gotong royong,” kata Idrus. “Golkar harus solid.” —Rappler.com