Kapolri: Penembakan personel Brimob karena masalah utang

Rappler.com
"Ada puluhan ribu anggota yang memegang senjata api dan tidak ada masalah selama ini.“

Kapolri Jenderal Muhammad Tito Karnavian. Foto oleh Puspa Perwitasari/ANTARA.

JAKARTA, Indonesia — Kepala Polri Jenderal Muhammad Tito Karnavian mengatakan penembakan terhadap tiga anggota Brimob hingga tewas di Blora bermula dari masalah internal.

“Kami sudah melaksanakan investigasi internal dan sedang berjalan saat ini untuk sementara motifnya pribadi, masalah stres karena utang,” kata Tito saat rapat dengan Komisi III di gedung DPR, Kamis 12 Oktober 2017.

Seperti diberitakan sebelumnya, tiga personel Brimob tewas ditembak di Ngawen, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Selasa malam.

(Baca: Personel Brimob tewas ditembak, pelaku diduga rekan sendiri

Ketiga personel yang tewas tersebut yakni Brigadir BW, Brigadir AS, dan Brigadir Kepala BT. Saat ini jenazah ketiganya telah dimakamkan di kampung masing-masing.

Tito meminta insiden di Blora tidak membuat publik mengeneralisir bahwa semua anggota polisi mudah menembakkan senjatanya saat sedang stres. 

“Karena di lingkungan Polri ada puluhan ribu anggota yang memegang senjata api dan tidak ada masalah selama ini,“ katanya. —Rappler.com