5 fakta persiapan pernikahan Kahiyang Ayu-Bobby Nasution

Ari Susanto
5 fakta persiapan pernikahan Kahiyang Ayu-Bobby Nasution
Pernikahan Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution pada 8 November mendatang akan jadi hajatan nasional dengan rasa lokal

SOLO, Indonesia —Persiapan pernikahan putri Presiden Joko “Jokowi” Widodo, Kahiyang Ayu dengan Muhammad Bobby Afif Nasution, 8 November mendatang hampir selesai. Pihak keluarga presiden lebih banyak mencontek pernikahan Gibran Rakabuming-Selvi Ananda dua tahun lalu, yakni hajatan nasional rasa lokal.

Tak hanya prosesi adat gaya Surakarta, semua penyedia jasa pernikahan yang terlibat berasal dari Solo, mulai penata rias, perancang busana, penata dekorasi, seniman, hingga katering dan suguhan khas dari Kota Bengawan. Sejauh ini, tidak ada nama desainer terkenal dalam daftar.

Sementara akad nikah dan resepsi akan digelar di Graha Saba Buana yang berlokasi tak jauh dari kediaman keluarga presiden di Sumber, Banjarsari, Solo. Gedung pernikahan milik keluarga Jokowi ini tak bisa dikatakan mewah untuk hajatan sekelas orang nomor satu di Indonesia.

VENUE. Gedung pernikahan Graha Saba Buana milik keluarga Jokowi akan menjadi venue pernikahan Kahiyang-Bobby. Foto oleh Ari Susanto/Rappler

“Semua vendor sudah kami kumpulkan untuk koordinasi. Persiapan sudah semuanya, tinggal eksekusinya nanti,” kata juru bicara keluarga presiden Gibran Rakabuming yang juga pemilik wedding organizer Chilli Pari.

Dekorasi Jawa klasik

Untuk urusan tata ruangan gedung pernikahan, keluarga presiden mempercayakannya pada Asmoro Decoration, penata dekorasi dari Solo yang sebelumnya juga mendesain layout resepsi pernikahan Gibran-Selvi dua tahun lalu. Pengerjaan dekorasi gedung rencananya baru dimulai 5 November atau tiga hari sebelum hari pernikahan.

Interior gedung dan pelaminan mempelai akan ditata dengan konsep Jawa klasik. Nuansa budaya lokal ditunjukkan dengan desain tokoh pewayangan Kamajaya dan Kamaratih, yang melambangkan pasangan cinta sejati dewa-dewi di kahyangan.

Ornamen tradisional juga akan diperlihatkan pada penggunaan gebyog kayu jati ukir Jepara pada latar pelaminan dan pintu masuk. Gebyog merupakan hiasan utama dinding rumah adat Joglo yang banyak menggunakan unsur kayu.

 “Ada tiga bagian yang akan didekorasi di dalam gedung, di teras, dan di tenda luar. Untuk gebyog, rencananya memakai kombinasi warna putih dan marun,” ujar Ranu Asmoro, pemilik Asmoro Decoration.

Busana berkonsep sederhana

Sementara itu, rancangan busana yang akan dikenakan mempelai dan keluarga presiden diserahkan pada dua perancang lokal dari Solo, yakni Tuty Adib dan Hanif Aisyah.

Tuty Adib merupakan pemilik butik busana muslim modern Bilqis dan menjadi langganan keluarga Jokowi sejak menjadi walikota Solo, sementara Hanif dikenal sebagai perancang kebaya dari Rumah Mode Chilli. Keduanya juga pernah dilibatkan dalam pernikahan Gibran-Selvi.

Tak satupun dari keduanya yang bersedia membocorkan detail rancangan yang akan dikenakan pengantin nantinya. Namun, yang jelas, keluarga presiden akan menggunakan konsep busana tradisional Jawa gaya Surakarta, seperti beskap dengan blangkon dan jarik. Busana yang dikenakan berbeda di setiap acara–Siraman, Midodareni, Akad Nikah, dan Resepsi.

 “Konsepnya Jawa dan sederhana. Saya harus menerjemahkan konsep ‘sederhana’ ini, artinya busananya tidak mewah, tetapi tetap terlihat klasik dan elegan,” kata Hanif yang mengaku baru dihubungi keluarga presiden bulan September lalu untuk diminta merancang baju pernikahan.

DESAINER. Hanif Aisyah, perancang kebaya modern kembali dipercaya keluarga Jokowi untuk pernikahan Kahiyang-Bobby. Foto oleh Ari Susanto/Rappler

Sementara, Tuty mengatakan ia sudah berdiskusi secara personal dengan Kahiyang untuk mengetahui apa yang paling diinginkan sang calon pengantin secara rinci. Saat ini rancangan baju sudah disetujui mempelai dan sudah hampir selesai dikerjakan.

Lima penata rias dari Solo juga sudah disiapkan untuk keluarga presiden dan besan, salah satunya Conny Supriyanto, yang dulu pernah merias Selvi saat menjadi pengantin.

Menu lokal racikan sendiri

Untuk urusan menjamu tamu, hajatan keluarga presiden ini akan menggunakan katering Chilli Pari milik Gibran. Katering ini juga menjadi andalan keluarga presiden pada pernikahan Gibran-Selvi.

Jenis makanan tradisional dan menu-menu lokal populer khas Solo masih akan menjadi suguhan utama, seperti gudeg, nasi liwet, thengkleng, dan selat. Selain itu aneka jajanan pasar juga disuguhkan seperti serabi, ledre, sosis basah, dan yang paling istimewa adalah martabak manis Kottabarat (Markobar).

Dimasukkannya kembali martabak ke dalam daftar menu pernikahan, menurut Gibran, karena makanan ini menjadi salah satu favorit para tamu. Dari pengalaman pernikahan Gibran-Selvi, penganan kaki lima ini paling banyak ‘diserbu’ tamu yang penasaran dengan rasanya.

“Banyak yang tanya, nanti martabak keluar lagi enggak di nikahan Kahiyang, ya sudah saya keluarkan lagi nanti,” ujar Gibran yang juga pemilik Markobar.

MAKANAN DAN MINUMAN. Katering Chilli Pari milik Gibran Rakabuming akan menjadi penyaji utama suguhan makanan dan minuman di pernikahan Kahiyang-Bobby. Foto oleh Ari Susanto/Rappler

Markobar akan dikemas dalam cooking show, sehingga para tamu bisa menyaksikan langsung pembuatan martabak di pernikahan Kahiyang-Bobby. Selain itu, kata Gibran, keuntungannya adalah martabak lebih nikmat karena disajikan saat masih panas.

Sedikitnya, sebanyak seribu loyang martabak manis delapan rasa dan martabak telur akan disajikan dalam dua sesi resepsi.

Hiburan oleh seniman lokal

Untuk hiburan tradisional, keluarga Jokowi menunjuk tim karawitan dari Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta pimpinan seniman pengrawit Guntur Sulistiyono. Rencananya akan ada dua perangkat gamelan di luar dan di dalam gedung, lengkap dengan penabuh dan pesinden.

Guntur dan kawan-kawan akan membawakan sekitar 20 gending dengan konsep gamelan carabelan, yakni gamelan gaya Surakarta yang biasa digunakan untuk menyambut dan menghormati tamu. Karawitan jenis ini biasanya hanya digunakan di Keraton Kasunanan dan Mangkunegaran.

Pentas untuk pejabat bukan pengalaman pertama Guntur, karena pemain kendang handal ini sudah malang melintang di Eropa untuk pentas di acara resmi, salah satunya tampil di depan keluarga Kerajaan Belanda dan juga sempat mengajari mereka bermain gamelan.

Sementara, sebagai pembaca acara, Gibran menunjuk empat orang master of ceremony (MC) dari Solo. Salah satunya adalah pambyawara atau MC berbahasa Jawa Taufiq Widodo yang juga menjadi pembawa acara pernikahan Gibran-Selvi.

Pria lulusan Sastra Jawa Universitas Sebelas Maret (UNS) ini merupakan penyiar Radio Republik Indonesia (RRI) Surakarta. Ia sudah lebih dari 30 tahun menjadi MC berbahasa Jawa sebagai pekerjaan selingan sejak lulus kuliah dan kini bergabung dengan tim Chilli Pari.

 “Semua yang membantu kita adalah orang-orang yang sudah pengalaman,” ujar Gibran.

Diliput sekitar 600 pewarta

Meskipun kurang gemerlap untuk ukuran hajatan keluarga presiden, pernikahan Kahiyang-Bobby diperkirakan akan tetap menjadi sorotan media. Penanggung jawab media center Quirinto Endhi memperkirakan akan ada sekitar 600 awak media lokal dan nasional yang akan meliput.

Setiap wartawan diwajibkan mendaftarkan diri lebih dulu ke bagian Penerangan Korem Surakarta untuk memperoleh tanda akses peliputan. Karena keterbatasan daya tampung gedung Graha Sabha, tidak semua reporter diperbolehkan masuk saat berlangsung resepsi.

Panitia akan memberlakukan zonasi akses peliputan. Hanya sekitar 100 orang saja yang akan mendapat akses masuk ke ring satu.

“Nanti akan dirumuskan dulu, yang jelas wartawan memakai tanda pengenal khusus. Pembagiannya sebelum acara pernikahan,” ujar Rinto.

Panitia telah menyediakan media center yang dilengkapi dengan komputer, akses internet, dan layar untuk live acara pernikahan di dalam gedung. Foto-foto resepsi juga disediakan panitia untuk awak media yang tak punya akses masuk ke dalam gedung. —Rappler.com

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.