5 hal tentang Benny “Panbers” Panjaitan

Rappler.com
5 hal tentang Benny “Panbers” Panjaitan
Karier Benny Panjaitan melejit bersama grup band Panbers

JAKARTA, Indonesia — Hari ini, Selasa, 24 Oktober, Indonesia kembali kehilangan salah satu musisi senior terbaiknya. Benny Panjaitan, yang dikenal sebagai personel dari grup Panbers, meninggal dunia.

(BACA JUGA: Musisi senior Benny “Panbers” Panjaitan meninggal dunia)

Seperti apa latar belakang kehidupan dan karier Benny Panjaitan? Simak lewat beberapa fakta di bawah ini.

Empat bersaudara

Benny mengawali kariernya bersama saudara-saudara kandungnya dengan membentuk Panbers. Panbers sendiri adalah kependekan dari “Panjaitan Brothers”. Grup ini dirintis tahun 1969 dengan 4 anggota yakni Hans Panjaitan, Benny Panjaitan, Doan Panjaitan, and Asido Panjaitan.

Empat personel yang bersaudara kandung ini adalah anak dari pasangan Drs. JMM Pandjaitan, S.H dan BSO Sitompul. Benny sendiri adalah anak kedua dari empat bersaudara.

Ratusan lagu

Bersama Panbers, Benny yang berposisi sebagai vokalis dan gitaris telah menciptakan ratusan lagu, tepatnya sekitar 700 lagu dari beragam genre baik itu pop, rock hingga keroncong. Beberapa lagu yang paling dikenal dari Benny dan Panbers adalah Gereja Tua dan Terlambat Sudah.

Watak keras

Sebagai vokalis sekaligus leader dari grup Panbers, Benny memiliki watak dan sifat yang cukup keras dan tegas. Mungkin karena itu ia ditunjuk sebagai pemimpin di Panbers. Benny pun sukses tampil sebagai “wajah” dari Panbers. Saat orang membicarakan Panbers, nama Benny pasti jadi sorotan utama.

Terserang stroke

Namun kejayaan dan kegagahan Benny di atas panggung mulai meredup saat ia terkena serangan stroke pada tahun 2010 lalu. Sejak saat itu, otomatis kegiatan dan aktivitas Benny di panggung menurun drastis. Tak hanya itu, daya ingat Benny pun ikut menurun.

Sejak terkena serangan stroke, Benny tak hanya menjalani perawatan medis di rumah sakit, tapi juga secara alternatif.

Hoax

Sebelum meninggal dunia Selasa, 24 Oktober, beberapa kali Benny sempat jadi korban hoax. Beberapa kali pula Benny dikabarkan meninggal dunia. Bahkan dua hari sebelum menghembuskan napas terakhir, Benny kembali diserang kabar hoaxNamun saat itu, putra Benny menyangkal berita itu dan menyebut ayahnya sedang bersantai di rumah.

Namun akhirnya Benny menyerah pada penyakitnya dan menghembuskan napas terakhirnya, Selasa, 24 Oktober. —Rappler.com

Add a comment

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.