Jokowi: Kami hanya menggelar hajatan pernikahan di kampung

Rappler.com
Jokowi: Kami hanya menggelar hajatan pernikahan di kampung
Jokowi dikritik Wakil Ketua DPR karena mengundang 8.000 tamu dalam pernikahan Kahiyang Ayu-Bobby

JAKARTA, Indonesia – Presiden Joko “Jokowi” Widodo mengatakan rangkaian acara pernikahan putri satu-satunya Kahiyang Ayu dengan Bobby Nasution digelar secara sederhana. Ia menyebut bahwa itulah yang dapat keluarganya berikan karena akad dan resepsi digelar di Solo, bukan di ibukota.

“Ya, relatiflah ya. Yang namanya sederhana, wong kita ini juga punya hajatan di kampung ya, kan,” ujar Jokowi usai melakukan gladiresik untuk acara Kahiyang-Bobby di depan Graha Saba Buana, Solo pada Selasa, 7 November.

Ia mengaku justru pernikahan yang diadakan justru tergolong ngirit. Sebab, gedung yang dipakai untuk hajatan milik keluarga. Begitu juga katering dan panitia.

“Jadi, jangan dibandingkan dengan (pernikahan) yang lain. Kita ini hajatannya di kampung di daerah jadi ya adanya seperti ini,” tutur dia.

Mantan Walikota Solo itu berharap acara itu dapat menggerakan perekonomian daerah. Terbukti, semua hotel yang ada di sekitar acara pernikahan penuh dipesan.

“Ya, kalau kita lihat hotel satu kamar pun tidak ada yang kosong. Selain itu banyak yang harus menginap di Yogyakarta,” kata dia.

Sekretaris Kabinet pun turut mengamini pernyataan Jokowi. Dalam pandangannya, acara pernikahan puteri Presiden seharusnya bisa lebih mewah dan megah. Tetapi, karpet yang menutupi lantai gedung Graha Saba Buana saja sudah mengelupas.

Jika mau, Jokowi bisa saja meminta karpet itu diganti dengan yang baru dan lebih bagus.

“Kalau menurut saya, terlalu sederhana acaranya. Lihat saja, karpetnya bekas dan sudah mengelupas. Sekelas presiden gitu loh,” ujar Pramono pada Selasa kemarin.

Pernyataan itu disampaikan Jokowi dan Pramono untuk menanggapi kritik yang dilontarkan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. Ia menilai pernikahan puteri orang nomor satu di negeri ini terlalu mewah, lantaran mengundang hingga 8.000 orang.

Fahri mengatakan jumlah undangan itu tidak sejalan dengan Surat Edaran Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) nomor 13 tahun 2014 tentang Gerakan Hidup Sederhana.

“Dulu katanya tidak boleh mengundang pejabat lebih dari 400 orang. Katanya dulu revolusi mental, bikin pesta kecil-kecilan saja. Saya mohon maaf ya, saya bukan tidak menghormati adat dan budaya, tapi menurut saya ya sederhana saja,” kata Fahri di Gedung DPR kemarin.

Surat Edaran Kemenpan dan RB nomor 13 tahun 2014 tentang Gerakan Hidup Sederhana itu dikeluarkan ketika kementerian tersebut dipimpin Yuddy Chrisnandi.

Fahri menilai jumlah tamu undangan yang diundang di pernikahan Kahiyang-Bobby yang mencapai 8.000 itu terlalu berlebihan dan tidak sejalan dengan Surat Edaran Kemenpan RB.

Menurut Fahri, sebaiknya pesta pernikahan Kahiyang-Bobby digelar sederhana dan diadakan di rumah dan bisa memanfaatkan media sosial.

“Sekarang ada Twitter, vlog dan lain-lain, bisa menggunakan itu untuk memberi tahu kalau mereka menikah,” ujarnya.

Selain itu, Fahri mengaku diundang untuk hadir dalam perayaan pernikahan Kahiyang-Bobby namun dirinya tidak bisa hadir karena sedang tugas piket sebagai Pimpinan DPR dan akan mengirimkan ucapan selamat dengan karangan bunga. – dengan laporan ANTARA/Rappler.com

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.