Mereka yang menuai berkah saat pernikahan Kahiyang-Bobby

Yetta Tondang
Mereka yang menuai berkah saat pernikahan Kahiyang-Bobby
Karena hajatan Kahiyang-Bobby, masyarakat ikut terkena cipratan rezeki

SOLO, Indonesia — Hari ini Presiden Joko “Jokowi” Widodo dan keluarga menggelar hajatan besar. Hajatan yang membuat tak hanya warga Solo bersukacita tapi juga seluruh Indonesia turut merayakan.

Tapi khusus untuk warga Solo, acara pernikahan Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution tak hanya sekadar meriah tapi juga jadi sumber berkah.

Banyak dari mereka yang me dapat rezeki mendadak bahkan sebelum gelaran pernikahan dilaksanakan.

Khoirul, pemilik toko serba ada yang lokasinya persis di depan jalan menuju kediaman Presiden Jokowi di Jalan Kutai Utara, Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo, misalnya. Ia mengaku tetap membuka tokonya meski ada acara pernikahan Kahiyang Ayu-Bobby hari ini.

Keputusan tepat, karena memang sejak beberapa hari sebelum acara puncak, Toko Semesta milik Khoirul selalu laris manis diserbu pembeli.

“Kalau biasanya seminggu saya cuma belanja sekali. Ini dalam seminggu saya sudah belanja tiga kali. Paling banyak yang habis itu minuman dan snack,” kata Khoirul.

Katanya lagi, dari beberapa rangkaian acara pernikahan Kahiyang-Bobby, ia meraup keuntungan lebih dari 100% dari yang didapatnya di hari biasa.

Lain lagi cerita Istiqomah, pedagang foto keliling yang juga meramaikan acara pernikahan Kahiyang-Bobby. Ia tak sendiri, karena di sekitar area Graha Sabha Buana, Solo, banyak penjaja foto keliling yang menawarkan foto para tamu yang telah dicetak ukuran besar.

“Saya sudah jualan sejak kemarin. Lumayan lah. Enggak selalu habis karena enggak ketemu orang yang difoto. Tapi ini lumayan banget banyak yang kejual,” kata Istiqomah yang menjual satu lembar foto seharga Rp 40 ribu.

Selain Istiqomah dan Khoirul, keuntungan yang sama dinikmati oleh rumah makan Sate Pak Dahlan yang lokasinya memang sangat strategis, di ujung selatan Jalan Letjen Soeprapto, lokasi venue pernikahan Kahiyang-Bobby. 

Chandra dan ibunya, pemilik warung sate Pak Dahlan, yang tetap buka selama pernikahan Kahiyang-Bobby. Foto oleh Yetta Tondang/Rappler

Chandra, putra pemilik Sate Pak Dahlan mengaku omsetnya naik 80% sejak rangkaian acara pernikahan Kahiyang-Bobby dimulai. “Bahkan sejak mulai pengumuman acara dan press conference sudah mulai ramai. Sama kayak acara Mas Gibran kemarin,” ungkap Chandra.

Chandra mengatakan ia dan keluarga malah menerima masukan dari keluarga Jokowi untuk tidak menutup rumah makan mereka. “Saya dikasih tahu langsung sama Paspampres untuk tidak tutup. Supaya memudahkan tamu-tamu juga kalau butuh makanan,” kata Chandra.

Chandra dan para tetangga Jokowi yang lain pun mengaku diundang untuk menghadiri resepsi pernikahan Kahiyang dan Bobby. “Semua diundang kami satu RT. Semua datang ke resepsi,” kata Chandra lagi.

Sementara itu, Sutarso, satu dari banyak pengayuh becak di kawasan Jalan Letjen Soeprapto pun ikut mencicipi berkah hajatan Jokowi. Sutarso yang pada hari biasa sering ngetem di Stasiun Solo Balapan, kini berpindah lokasi kerja mendekati Graha Saba Buana. Sutarso, pengayuh becak, yang mendapat penghasilan lebih banyak di hari pernikahan Kahiyang-Bobby. Foto oleh Yetta Tondang/Rappler

“Dari sini banyak yang minta antar ke Stadion Manahan, kan mobil banyak parkir di sana,” kata Sutarso. Jarak antara Stadion Manahan, salah satu kantong parkir menuju Graha Saba Buana memang cukup jauh, sekitar 3 kilometer. Ditambah lagi cuaca yang cukup terik yang membuat tamu ogah berjalan kaki.

“Satu kali jalan ke Manahan saya mintanya Rp 40 ribu. Ini baru sebentar saya udah dua kali bolak-balik,” kata Sutarso.

Petugas kebersihan

Petugas kebersihan di area Graha Saba Buana. Foto oleh Yetta Tondang/Rappler

Meski diramaikan oleh tamu dan warga masyarakat, area sekitar Graha Saba Buana pun lumayan terlihat rapi dan bersih. Ternyata di baliknya ada sosok-sosok petugas kebersihan yang senantias membersihkan area dari sampah-sampah dan kotoran.

“Kami dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Solo,” ujar Mariana yang bekerja bersama 19 orang personel kebersihan yang lainnya. Bersama, mereka memunguti sampah dan menyapu jalanan dan area trotoar.

“Kami standby di sini sejak jam 05:00 pagi. Kerja 12 jam, nanti jam 17:00 ada shift baru,” kata Mariana. —Rappler.com

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.