Prabowo Subianto disebut di Paradise Papers, berapa kekayaannya?

Rappler.com
Prabowo Subianto disebut di Paradise Papers, berapa kekayaannya?
Survei masih menempatkannya sebagai sosok penantang terkuat dalam Pilpres 2019

JAKARTA, Indonesia – Nama Prabowo Subianto muncul dalam “Dokumen Surga” atau The Paradise Papers yang diluncurkan oleh konsorsium internasional jurnalis investigasi, ICJI, 5 November 2017. 

Dokumen sebanyak 13,4 juta itu memuat investigasi yang dilakukan oleh ICJI bersama 100-an mitra media di berbagai negara.  

(BACA : Fakta-Fakta Menarik dari Bocoran ‘Dokumen Surga

Prabowo Subianto muncul namanya dalam The Paradise Papers dalam kaitannya sebagai direktur dan wakil ketua dewan direksi Nusantara Energy Resources yang terdaftar di Bermuda. Prabowo kini adalah Ketua Umum Partai Gerindra, dan menjadi pesaing Joko “Jokowi” Widodo dalam Pemilihan Presiden 2014. Prabowo kalah.  

Kepada media, Fadli Zon, wakil ketua DPR RI yang juga orang dekat Prabowo, mengatakan bahwa sejak awal didirikan perusahaan itu tidak aktif.   

Bantahan juga datang dari petinggi Partai Gerindra lainnya. “Itu  (Nusantara Energy Resources) bukan perusahaannya. Perusahaan Pak Prabowo itu kan terdiri dari dua kata. Ini tiga kata yang bukan perusahaannya Prabowo,” ujar Habiburokhman, anggota Majelis Kehormatan Partai Gerindra, di Kantor DPP Gerindra, Jakarta, Rabu, 8 November 2017.  

Lewat laman prabowosubianto, memang dimuat data tentang Nusantara Energy. Disana disebutkan bahwa Nusantara Energy adalah sebuah perusahaan berbasis di Indonesia yang didirikan pada bulan November 2001 oleh Prabowo Subianto, Johan Teguh Sugianto, dan Widjono Hardjanto, sebagai holding company untuk mengkonsolidasikan berbagai sumberdaya yang bergerak dalam bidang yang berbeda-beda.

Disebutkan juga, Nusantara Energy menaungi  perusahaan-perusahaan yang terbagi atas lima unit usaha yaitu Pulp, Kehutanan dan Pertanian, Pertambangan, Perikanan Komersial dan jasa Pelayanan Profesional.  

“Pada saat ini, keseluruhan perusahaan dalam Nusantara Energy Group menampung tidak kurang dari 10.000 pekerja, dengan total asset sebesar US$ 1.0 milyar,” demikian tertulis di laman itu.

Kekayaan Prabowo Subianto

Sejak dicopot sebagai Pangkostrad oleh Presiden B.J Habibie pada 23 Mei 1998, Prabowo yang pernah menikah dengan Titiek Hadijati, putri Presiden ke-2 Soeharto, memang pindah haluan ke bisnis. 

Saat mencalonkan diri  sebagai calon wakil presiden di 2009 lalu, Prabowo sempat melaporkan harta kekayaannya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).  Harta Prabowo diketahui mencapai Rp 1,58 triliun dan US$ 7,57 juta. Sebagian besar kekayaan putra begawan ekonomi Soemitro Djojohadikoesoemo ini berupa surat berharga.

Enam tahun sebelumnya, berdasarkan data Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkannya kepada KPK pada 2003, total harta yang dimiliki Prabowo sebesar Rp 10,65 miliar dan US$ 3,8 juta. 

Saat maju menjadi Capres pada tahun 2014, Prabowo kembali melaporkan harta kekayaannya. Total nilai harta kekayaan Prabowo senilai lebih dari Rp 1,6 triliun. Tepatnya, sebagaimana dilaporkan ke KPK, adalah Rp1.670.392.580.402 dan US$ 7.503.134 dolar.

Rinciannya adalah:

1. Harta tidak bergerak berupa tanah dan bangunan sebanyak empat bidang senilai Rp105.892.190.000

2. Alat Transportasi sebanyak delapan unit senilai Rp1.432.500.000

3. Usaha sebanyak tiga jenis senilai Rp12.196.000.000

4. Barang-barang seni dan antik senilai Rp3.000.500.000

5. Harta bergerak lainnya sebanyak 127 buah senilai Rp1.221.727.000

6. Surat berharga berupa kepemilikan saham 26 perusahaan senilai Rp1.526.182.000.011

7. Utang senilai Rp28.993.970

Praktis, Prabowo menjadi capres terkaya saat itu.

Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja saat itu mengatakan laporan harta kekayaan yang diserahkan calon presiden dan calon wakil presiden periode 2014-2019 telah diklarifikasi dan diverifikasi. Setelah diperiksa, laporan tersebut dinyatakan sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.

Tahun 2005 Prabowo pernah diperiksa Tim penyidik Kejaksaan Agung. Kejakgung memeriksa Prabowo sebagai Direktur PT Nusantara Energi sebagai saksi, terkait kasus proses pengambilalihan kredit PT Kiani Kertas di Bank Mandiri senilai US$ 201.242 juta atau sekitar Rp 1,89 triliun. 

Kemunculan nama Prabowo dalam dokumen The Paradise Papers banyak diulas karena sosoknya masih menjadi politisi yang diunggulkan Partai Gerindra dalam Pilpres 2019. Survei menempatkan Prabowo di posisi kedua setelah Presiden Jokowi. – Rappler.com 

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.