Sedang berteduh, empat warga tewas tertimpa bangunan tua

Ryan Songalia
Sedang berteduh, empat warga tewas tertimpa bangunan tua
Warga berteduh karena di Tegal tengah diguyur hujan lebat

SEMARANG, Indonesia – Sebuah pabrik ubin yang berada di tepi Jalan Raya Talang, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, roboh akibat diterjang hujan lebat yang disertai angin kencang, pada Kamis 9 November pukul 17:00 WIB. Akibat kejadian itu, sembilan orang yang tengah berteduh tertimpa bangunan pabrik.

Empat orang di antaranya bahkan ditemukan meninggal dunia di lokasi kejadian sedangkan lima lainnya mengalami luka-luka di sekujur tubuhnya.

Humas Kantor Badan SAR Nasional (Basarnas) Jawa Tengah, Zulhawary Agustianto mengatakan para korban sempat dilarikan ke RSU Tingkil dan RS Kardinah untuk mendapat pertolongan darurat atas kejadian tersebut. Namun sayangnya, nyawa empat orang tak tertolong karena menderita luka parah pada bagian kepalanya.

Keempat orang yang meninggal atas nama Ahmad Saefudin, warga Desa Lemah Duwur RT 10/RW II, Imam Budi Santoso, warga Desa Bengle RT 09/RW VI, Mohammad Bulqin Baelagi, warga Desa Ujungrusi RT 29/RW III dan Imam Solihin, warga Desa Tegalwangi, Dukuh Talang.

“Korban ditengarai sedang berteduh di tempat itu dan kebetulan ada warung kaki lima yang selama ini jualan di pinggir bangunan tersebut. Jenazahnya sekarang masih berada di RS Singkil dan Kardinah,” ujar Zulhawary, kepada Rappler, pada Kamis petang.

Ia menyatakan kejadian itu juga menyebabkan kemacetan parah pada ruas Jalan Raya Talang yang menjadi titik simpul keramaian di pusat Kabupaten Tegal. Kemacetan diperparah karena ada kerumunan warga yang memadati lokasi kejadian.

Lima korban dirawat intensif

Di lain pihak, Qomari, Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana SAR Muhammadiyah Kabupaten Tegal menyatakan masih ada lima korban luka yang saat ini mendapat perawatan intensif di RSU PKU Muhammadiyah Tegal. Korban terluka atas nama Fathudin, Abdul Rozak, Umar Hasan, Nurjanah dan Aji Prasetyo. Ia menduga atap pabrik ubin itu telah rapuh.

“Usia bangunannya memang sudah tua. Dulunya itu pabrik ubin, tetapi karena enggak pernah beroperasi lagi, jadi saban hari dipakai untuk berjualan makanan. Kebetulan saat kejadian beberapa pemotor lagi ngiyup (berteduh),” kata Qomari.

Ia mengatakan timnya terdiri dari SAR gabungan, Polres Tegal, Polsek Talang, Satpol PP hingga personel Ubaloka telah mengevakuasi semua korban.

“Ada delapan sepeda motor yang rusak parah di lokasi kejadian. Untuk saat ini, kondisi di lapangan mulai berangsur normal,” tuturnya.

Ia pun meminta kepada warga agar meningkatkan kewaspadaan hingga beberapa hari ke depan. Sebab, cuaca buruk sering membuat hujan disertai angin yang sangat kencang. – Rappler.com

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.