Ini tanggapan APRIL terhadap hasil investigasi di Paradise Papers

Rappler.com
Ini tanggapan APRIL terhadap hasil investigasi di Paradise Papers
RGM sebagai induk usaha April ikut protes tentang transaksi pajak Asian Agri

JAKARTA, Indonesia – Asia Pacific Resources International Limited (April), Group yang dimiliki konglomerat Sukanto Tanoto, menanggapi hasil investigasi konsorsium jurnalis investigasi internasional (ICJI).  Dalam bocoran dokumen surga atau Paradise Papers, terungkap bagaimana kelompok usaha di bidang bubur kayu dan kertas ini bertransaksi lewat perusahaan-perusahaan cangkang yang didirikan di kawasan lepas pantai (off-shore) dengan tarif pajak nol atau sangat rendah.

Dokumen berjudul Leaked Records Reveal Offshore’s Role in Forest Destruction, itu mengungkap peran transaksi yang didukung Appleby, dalam ekspansi kegiatan April Group, meskipun kelompok ini digayuti pertanyaan terkait isu lingkungan hidup dalam proses bisnisnya. (BACA: Paradise Papers telisik transaksi Bisnis Sukanto Tanoto)

Rappler mendapatkan tautan tanggapan dari Direktur Corporate Affairs April, Agung Laksamana. Dalam tanggapan yang dimuat di situs Aprildialog.com, Jumat, 10 November, perusahaan membantah artikel ICJI bahwa kegiatan April berkontribusi terhadap krisis kebakaran hutan dan asap pada tahun 2015. 

“Data terbuka mengungkapkan strategi pencegahan kebakaran yang dilakukan April berhasil menekan jumlah kebakaran di kawasan lahannya selama masa terburuk kebakaran hutan dan lahan di tahun itu,” demikian klaim April dalam situs itu.

April juga mengaku dalam hal restorasi, mereka terus mengimplementasikan investasi senilai US$ 100 juta di perlindungan lahan gambut dan restorasi melalui proyek Restorasi Ekosistem Riau, bekerjasama dengan Lembaga swadaya masyarakat internasional Fauna & Flora International dan The Nature Conservancy.

April mengaku berkomitmen terhadap pembangunan komunitas di area di mana mereka beroperasi dan dengan pendekatan konsisten selama tiga dekade. Intinya, April menolak fakta-fakta yang ditulis dalam laporan dokumen surga itu yang menyatakan bahwa transaksi keuangan yang dilakukan perusahaan berkontribusi terhadap deforestasi, dan secara spesifik terhadap kebakaran lahan dan krisis asap yang terjadi di Indonesia tahun 2015.

Berkaitan dengan urusan finansial, April mengaku patuh kepada semua hukum dan aturan domestik maupun internasional. April juga menolak memberikan komentar kepada publik berkaitan dengan transaksi keuangannya, karena perusahaan ini adalah perusahaan swasta yang bukan perusahaan publik.

Dalam publikasi dari dokumen “surga” yang dimuat di laman ICJI, jejaring jurnalis investigasi internasional itu menemukan bahwa April adalah salah satu dari belasan korporasi di bidang kehutanan yang menggunakan jasa firma Appleby dalam transaksi keuangannya.

Appleby, yang didirikan di Bermuda, adalah salah satu firma hukum luar negeri paling bergengsi di dunia. Meskipun Appleby bukan penasihat pajak, firma berusia 119 tahun tersebut adalah anggota terkemuka dari jaringan global pengacara, akuntan, bankir dan operator lainnya yang mengatur dan mengelola perusahaan offshore dan rekening bank untuk klien yang ingin menghindari pajak atau menjaga agar rahasia keuangan mereka tetap aman.

Analisis yang dilakukan ICJI menemukan bahwa, “April telah membaurkan transaksi miliaran dolar melalui jejaring perusahaan lepas pantai, atau perusahaan cangkang yang berbasis mulai dari Cook Islands di Pasifik Selatan sampai ke British Virgin Island di Karibia.”

Raja Garuda Mas (RGM), induk perusahaan April juga membantah bagian dari dokumen Paradise Papers.

Dalam penjelasan yang disampaikan Felicia Tang, wakil kepala urusan eksternal RGM, secara khusus ditanggapi laporan yang terkait masalah pajak yang dialami Asian Agri. 

“Penting untuk dicatat bahwa Asian Agri tidak pernah dibebani, dihukum atau diberikan kesempatan untuk hadir di pengadilan dalam kasus ini,” demikian keterangan tertulis RGM.

Disebutkan pula bahwa Asian Agri menggunakan haknya ke Mahkamah Agung untuk menentang keputusan denda tersebut.

Sejak dilansir pada 5 November lalu, dokumen surga telah membuka tabir transaksi dan simpanan yang dilakukan para elit, mulai dari Ratu Inggris, politisi, korporasi ternama maupun pebisnis di sejumlah negara. Banyak fakta-fakta menarik dalam bocoran dokumen surga. – Rappler.com

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.