Selama dua hari, Bobby-Kahiyang akan lewati 15 upacara adat pernikahan Batak Mandailing

Rappler.com
Selama dua hari, Bobby-Kahiyang akan lewati 15 upacara adat pernikahan Batak Mandailing
Puncak gelaran adat Batak Mandailing pernikahan Bobby nasution dan Kahiyang Ayu berlangsung 24-25 November

JAKARTA, Indonesia —Mulai hari ini, Jumat, 24 November hingga Sabtu 25 November, pasangan pengantin baru Kahiyang Ayu dan Muhammad Bobby Afif Nasution akan melewati serangkaian upacara adat pernikahan Batak Mandailing. Seluruh acara akan digelar di kediaman keluarga Bobby di Kompleks TASBI I BHR No. 123 Medan.

(BACA JUGA: Kahiyang Ayu resmi menyandang marga Siregar)

Manopot Horja atau Ngunduh Mantu yang berlangsung selama 2 hari diikuti resepsi nasional pada Minggu, 26 November ini akan terdiri dari 15 tahapan acara. 

Mulai dari Manyambut Bayo Pangoli Dohot Boru Nadioli, Haroan Boru, Mangalehen Marga To Boru Nadioli, dan Manalpokkon Lahanan (menyembelih kerbau). Kemudian, Manyantan Gordang Sambilan Dohot Gondang, Manortor, Mangalo-alo Mora, Manarimo Tumpak, Maralok-alok, Margalanggang, Mangulosi Bayopangoli Dohot Boru Nadioli, Tu Tapian Raya Bangunan Namartua, Mangupa Dohot Manabalkon Goar Matobang, Manortorkon Bayo Pangoli Dohot Boru Nadioli, dan terakhir Manyoda Gordang Dohot Gondang.

Dr. Darmin Nasution dengan didampingi Erwan Nasution selaku Suhut Kahanggi dan H. Pandapotan, S.H. selaku pemangku adat menjelaskan mengenai rangkaian acara Manopot Horja.

(BACA JUGA: FOTO: Rangkaian prosesi adat dan resepsi Kahiyang-Bobby di Medan)

Dalam kekerabatan di Mandailing, hubungan kekerabatan atau sistem sosialnya itu memiliki posisi setiap keluarga atau orang, tergantung acaranya siapa. Pihak pertama namanya Suhut Kahanggi atau yang punya acara. Kalau di acara Mangalehen Marga merupakan acaranya marga keluarga Siregar atau mertuanya Bobby, sedang keluarga Nasution sebagai pihak yang mengambil gadis sehingga dinamai Anak Boru. Kemudian yang ketiga adalah Mora atau mertuanya marga Siregar. Sistem kekerabatan ini namanya Dalian Na Tolu.

Kata Darmin Nasution, menurut tertib acara Horja Siriaon atau pesta adat Mandailing, prosesi adat yang digelar pertama adalah Manalpokkon lahanan/ pulungan ni horja. Acara ini merupakan pemotongan hewan kurban berupa kerbau. Acara adat pernikahan Bobby Nasution dan Kahiyang Ayu dikategorikan sebagai acara adat besar maka lahan ni horja atau hewan yang disembelih adalah kerbau.

“Ada tiga tingkatan kurban yang bisa disesuaikan dengan besar atau kecilnya pesta. Bisa ayam untuk pesta sederhana kambing untuk memenuhi syarat pesta kelas menengah, dan kerbau untuk pesta besar. Oleh karena acara adat pernikahan Bobby Nasution dan Kahiyang Ayu ini adalah acara adat dengan mengundang banyak marga maka lahan ni horja atau hewan yang disembelih adalah kerbau,” tutur H. Pandapotan Nasution, SH, yang bergelar Patuan Kumala Pandapotan.

(BACA JUGA: Inilah rangkaian acara adat Batak Mandailing pernikahan Kahiyang-Bobby)

Upacara Manalpokkon lahanan/pulungan ni horja yang dihadiri oleh suhut, kahanggi, anakboru, namora narotas, dan harajaon ini disaksikan oleh pengetua-pengetua adat ini berlangsung pada Jumat, 24 November pagi. 

MANOPOT HHORJA. Dr. Darmin Nasution dengan didampingi Erwan Nasution selaku Suhut Kahanggi dan H. Pandapotan, S.H. selaku pemangku adat menjelaskan mengenai rangkaian acara Manopot Horja. Foto oleh Media Center Medan Manopot Horja Bobby Nasution-Kahiyang Ayu

Manyantan gordang sambilan dohot gondang menjadi prosesi adat berikutnya yang  dilakukan di acara gladi resik. Acara ini pada intinya adalah membunyikan gondang atau gendang. Begitu juga halnya dengan Gordang Sambilan yaitu sembilan gendang besar juga  berfungsi pada acara adat untuk memeriahkan acara dan pertanda horja besar. Gordang Sambilan merupakan alat musik khas Mandailing.

Prosesi berikutnya adalah membuka galanggang siriaon. Acara ini merupakan prosesi untuk membuka gelanggang atau arena untuk panortoran.

Selepas acara membuka galanggang panortoran, acara gladi resik akan berlanjut dengan agenda berikutnya berupa Mangalo-alo Mora atau menyambut kedatangan Mora. Dalam budaya Mandailing, Mora merupakan  kelompok tempat pengambilan anak gadis dalam perkawinan, atau orang tua dan saudara-saudara dari pihak istri. Mora yang akan disambut adalah kakak dan adik laki-laki dari Ibunda Bobby Nasution, Ibu Ade Hanifah Siregar.

Setelah diselingi dengan istirahat, prosesi adat pada hari Jumat, 24 November dilanjutkan dengan Manarimo Tumpak/Marlongit. Prosesi ini merupakan acara menerima kedatangan kahanggi (kerabat satu marga), anak boru, dan kelompok masyarakat etnik yang akan menghantarkan bantuan secara adat sebagai tanda ikut bergembira, sebagai perwujudan masyarakat yang berdasarkan kegotongroyongan.   

“Sidang Adat Kerapatan Adat atau Maralok Alok, yang diawali dengan menyuguhkan sirih oleh yang empunya Horja (Suhut) kepada semua pengetua-pengetua adat yang hadir. Selanjutnya Suhut, diikuti Kahanggi, Anakboru, dan Namora Natoras menyampaikan maksud dan tujuan acara hari itu yakni memberitahu pada pengetua adat bahwa Bobby dan Kahiyang Ayu sudah menikah seraya mengharapkan agar acara pernikahan tersebut juga dibesarkan secara adat,” papar H. Pandapotan Nasution, SH, selaku pemangku adat Mandailing.

Acara adat pada Jumat akan ditutup dengan Margalanggang atau Manortor Tahap Kedua. Pada acara ini diharapkan seluruh pengetua-pengetua adat dan juga barisan kaum Ibu akan ikut manortor serta remaja (naposa dan nauli bulung) sebagai pertanda bergembira akan kedatangan Kahiyang Ayu.

Pada Sabtu (25/11) merupakan Mata Ni Horja atau Puncak Acara Adat. Prosesi yang akan dijalankan meliputi penyambutan keluarga besan Joko Widodo, Ibu Iriana beserta keluarga.

Selesai acara penyambutan Jokowi dan Ibu Iriana, dilanjutkan dengan prosesi pengantin menuju Tapian Raya Na Martua. Ada upacara khusus “marpangir” untuk menghanyutkan masa remaja serta didoakan selamat menempuh hidup baru dan memperoleh keturunan anak laki-laki dan perempuan. Kedua pengantin diarak kembali dengan prosesi adat ke gelanggang tempat acara dan dilanjutkan dengan acara penabaian atau pemberian gelar adat kepada Bobby dan Kahiyang.

Setelahnya, akan ada upacara Mangupa (Memberi Upa-upa atau Restu), berupa upacara adat yang berwujud doa, pesan-pesan dan petunjuk kepada kedua pengantin, disampaikan dengan bahasa  adat yang berwujud sastra Mandailing, dan dibawakan oleh seorang yang disebut Datu Pangupa.

(BACA JUGA: Martabak tetap jadi menu andalan di acara resepsi Kahiyang-Bobby di Medan)

Prosesi ini disusul dengan Ajar Poda atau nasihat kepada kedua pengantin sebagai bekal berumahtangga oleh orangtua dan raja adat. Selesai Ajar Poda (nasihat) dilanjutkan dengan Tor-Tor Somba, dimana kedua pengantin manortor atau menari di hadapan orang tuanya, sebagai tanda terima kasih dan penghormatan kepada orang tua dan raja-raja adat.

“Acara Manopot Horja akan ditutup oleh dengan Manyoda Gondang seraya mengucapkan Horas sebanyak tiga kali,” tambah Pandapotan, yang bertindak sebagai Raja Pasununan. —Rappler.com

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.