Siklon Cempaka memicu bencana di Yogyakarta

Rappler.com
Siklon Cempaka memicu bencana di Yogyakarta
Anging kencang, banjir, hingga longsor terjadi di sejumlah tempat di Yogyakarta

JAKARTA, Indonesia — Cuaca ekstrem yang dipicu siklon tropis cempaka selama dua hari telah mengakibatkan sejumlah bencana di lima kabupaten/kota di Daerah Istimewa Yogyakarta. 

Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) DIY menyebutkan bencana yang terjadi antara lain angin kencang, longsor, serta banjir.

Sampai Selasa malam pukul 23.00 WIB, menurut Pusdalops, setidaknya ada 106 titik pohon tumbang akibat diterpa angin kencang yang menerjang Kota Yogyakarta, Bantul, Kulon Progo, dan Sleman.

Pohon-pohon yang bertumbangan tersebut menimpa jaringan Listrik, fasilitas Umum, menutup akses jalan, menimpa rumah dan kendaraan. Satu orang juga dilaporkan mengalami luka-luka akibat tertimpa batang pohon.

Sementara bencana longsor terjadi hampir semua Kabupaten di Yogyakarta. Pusdalops DIY mencatat setidaknya ada 73 titik longsor, dengan titik terbanyak di Bantul (44 titik), disusul Kulon Progo (10 titik), Gunung Kidul (6 titik), Sleman (7 titik) dan Kota Yogyakarta (6 titik).

Bencana longsor ini antara lain menimpa rumah, menutup akses Jalan, serta membuat bangket ambrol dan menjebol tembok masjid pondok pesantren. Akibatnya tiga santri mengalami luka-luka di Kulon Progo.

Seperti angin kencang dan longsor, banjir juga turut menerjang sejumlah daerah di Yogyakarta. Pusdalops  DIY menyebutkan titik banjir terbanyak ada di Bantul (31 titik), disusul Gunung Kidul (24 titik), Kulon Progo (4 titik), Sleman (4 titik), dan Kota Yogyakarta (1 titik). Total ada 64 titik banjir di seluruh Yogyakarta.

Pusdalops DIY menghitung setidaknya ada 513 KK terdampak banjir di Gunung Kidul, 50 jiwa di Kulon Progo, 4.756 jiwa di Bantul, 47 jiwa di Kota Yogyakarta, dan 14 jiwa di Sleman.

Pelaksana Tugas (Plt) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY Krido Suprayitno mengatakan ratusan warga yang terdampak tersebut telah melakukan evakuasi secara mandiri. 

“Selain dibantu tim gabungan, mereka melakukan evakuasi secara mandiri di rumah-rumah tetangga yang lokasinya lebih aman,” kata Krido pada Selasa malam, 28 November 2017.

Krido mengatakan BPBD DIY telah menyiapkan berbagai logistik yang diperlukan, di antaranya 144 paket buferstok, 120 paket makanan siap saji, 180 lauk pauk, dan 140 paket untuk pemenuhan gizi.

“Sedangkan 70 paket makanan, 20 paket deklit, dan 20 paket seng sudah kami dorong sudah terdistribusi di kabupaten,” kata dia.

—dengan laporan ANTARA/Rappler.com

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.