Siklon Dahlia tumbangkan sejumlah pohon di Bandung

Yuli Saputra
Siklon Dahlia tumbangkan sejumlah pohon di Bandung
Warga diminta waspada akan pohon tumbang dan ombak tinggi

BANDUNG, Indonesia – Setelah Siklon Cempaka menjauh dari perairan Indonesia, tumbuh Siklon Dahlia di Barat Daya Bengkulu sebagai salah satu akibat dari pemanasan global atau global warming. 

Badai tropis ini meningkatkan potensi hujan yang hampir merata di wilayah Jawa Barat dengan durasi panjang, dari pagi hingga malam. 

Siklon Dahlia juga memicu peningkatan kecepatan angin yang cukup signifikan di wilayah Bandung dan sekitarnya.

“Tadi pagi tercatat pukul 08:00 WIB sekitar 29 knot di daerah Jalan Cemara (lokasi Kantor BMKG Bandung), atau setara dengan lebih dari 40 km/jam,” kata Yuni Yulianti di Kantor BMKG Stasiun Geofisika Bandung, Jalan Cemara Kota Bandung, pada Kamis 30 November 2017.

Lebih lanjut Yuni mengatakan datangnya Siklon Dahlia memicu pertumbuhan awan Kumulonimbus yang cukup siginifikan di Kota Bandung sehingga menyebabkan turunnya hujan ringan sepanjang hari.

Dengan meningkatnya intensitas hujan dan angin kencang, Yuni menghimbau agar lebih mewaspadai terjadinya pohon tumbang mengingat banyak pohon tua di Kota Bandung.

Himbauan Yuni terbukti dengan terjadinya beberapa pohon tumbang di Kota Bandung.  Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Dinas Damkar PB) Kota Bandung melaporkan terjadi pohon tumbang di sejumlah titik, termasuk di Jalan Lembong dan Jalan BKR Kota Bandung.

Selain pohon tumbang, Dinas Damkar dan PB Kota Bandung menerima laporan baliho dan papan reklame yang berpotensi rubuh, seperti di Jalan Setiabudi, Jalan Wastukencana, dan Jalan Tamansari.

Di Jalan Setiabudi, baliho berukuran 12×4 meter persegi terancam roboh tertiup angin kencang.  Untuk mengatasi masalah itu, 2 unit rescue Peleton 1 dikirimkan ke lokasi kejadian.

“Petugas melakukan assesment pada baliho yang akan roboh serta dilakukan sterilisasi tempat kejadian dengan memasang garis pengaman, agar tidak ada warga atau kendaraan yang melintas,” kata Kepala Dinas Damkar dan PB, Ferdi Ligaswara, di Bandung, Kamis.

Siklon Dahlia juga memicu terjadinya peningkatan gelombang di sekitar Perairan Selatan dan utara Jawa Barat.  Untuk wilayah Utara, kata Yuni, ketinggiannya antara 0,5 hingga 2 meter.  Yang perlu diwaspadai, kata Yuni, adalah peningkatan tinggi gelombang di Perairan Selatan.

“Di Selatan tinggi gelombangnya bisa mencapai 3 hingga 6 meter,” ungkap Yuni.

Yuni menyebutkan, Siklon Dahlia akan bertahan selam tujuh hari, terhitung mulai dari terbentuknya hingga punah.  Namun dampak yang paling berat, ujar Yuni, akan dirasakan selama tiga hari.

“Jadi sampai dengan hari Minggu tetap harus diwaspadai peningkatan tinggi gelombang  dan angin kencang,” kata dia.

Para ahli sepakat badai akan semakin sering terjadi dan semakin kencang seiring dengan meningkatnya suhu di atas permukaan daratan dan lautan akibat global warming. – Rappler.com

BACA JUGA:

 

 

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.