Korban gempa Jawa Barat butuh hunian sementara dan tenda

Rappler.com
Gempa berkekuatan 6,9 pada Skala Richter itu menewaskan empat orang dan melukai 36 warga, termasuk 11 menderita luka parah

RUSAK. Kondisi ruangan hemodialisa RSUD Banyumas, Jawa Tengah, yang rusak diguncang gempa bumi magnitude 6,9 SR. Para pasien sempat dievakuasi ke pelataran parkir dan tidak ada korban jiwa. Foto oleh Idhad Zakaria/ANTARA

JAKARTA, Indonesia – Korban gempa bumi di Jawa Barat membutuhkan bantuan hunian sementara, tenda, mateiral bangunan, dan relawan untuk membersihkan bangunan yang rusak dan trauma healing.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan pada Minggu, 17 Desember 2017, gempa berkekuatan 6,9 pada Skala Richter itu menewaskan empat orang dan melukai 36 warga, termasuk 11 menderita luka parah.

Keempat korban tewas adalah warga Ciamis Dede Lutfi, 60 tahun, karena tertimpa bangunan runtuh, Masiah, 55, karena serangan jantung saat gempa, Aminah, 80, di Kota Pekalongan karena tertimpa bangunan roboh, dan Fatimah, 34, seorang warga Bantul yang jatuh saat gempa dan meninggal di rumah sakit.

Dari segi materi, kata Sutopo, gempa yang terjadi pada Jumat malam itu merusak 2.935 rumah warga, termasuk 451 rusak berat dan 579 rusak sedang.

Selain itu, sedikitnya 46 unit sekolah/madrasah, 38 unit tempat ibadah, 9 kantor, dan 4 rumah sakit dan puskemas juga rusak.

“Pendataan masih dilakukan. Diperkirakan jumlah kerusakan akan bertambah,” kata Sutopo dalam siaran pers yang diterima Rappler.

Menurut Sutopo, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, dan Kabupaten Pangandaraan mengalami kerusakan paling parah. Keempat daerah itu telah menetapkan status keadaan tanggap darurat selama tujuh hari sejak 16 Desember.

“Bantuan mendesak yang diperlukan masyarakat saat ini adalah hunian sementara, tenda, relawan untuk membersihkan material bangunan yang rusak, pemakaman, trauma healing, bahan material bangunan, dan lainnya,” kata Sutopo.

Di Kabupaten Ciamis, sedikitnya 117 rumah warga rusak berat dan 200 orang di Kecamatan Pamarican terpaksa mengungsi. Sementara itu, di Kabupaten Tasikmalaya, terdapat 1,362 rusak, termasuk 192 rusak berat, dan di Pangandaraan 60 rumah rusak berat.

Kepala BNPB Willem Rampangilei, kata Sutopo, telah melakukan rapat koordinasi dengan kepala dearah, BPBD, Kementerian Sosial, dan aparat setempat di Tasikmalaya dan Ciamis.

BNPB telah menyerahkan dana Rp 250 juta kepada empat daerah yang telah menetapkan tanggap darurat untuk operasional.

 

BACA JUGA: